Baznas Kepri Salurkan Zakat Rp30 Miliar untuk 15.123 Penerima Manfaat, Tingkatkan Kesejahteraan

Sepanjang tahun 2025, Baznas Kepri sukses menyalurkan zakat sebesar Rp30 miliar kepada 15.123 penerima manfaat, menegaskan komitmen dalam Penyaluran Zakat Baznas Kepri untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Baznas Kepri Salurkan Zakat Rp30 Miliar untuk 15.123 Penerima Manfaat, Tingkatkan Kesejahteraan
Sepanjang tahun 2025, Baznas Kepri sukses menyalurkan zakat sebesar Rp30 miliar kepada 15.123 penerima manfaat, menegaskan komitmen dalam Penyaluran Zakat Baznas Kepri untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (AntaraNews)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah berhasil menyalurkan dana zakat senilai Rp30 miliar sepanjang tahun 2025. Dana besar ini didistribusikan kepada 15.123 penerima manfaat di seluruh wilayah Kepri, termasuk daerah tertinggal dan terpencil.

Penyaluran zakat tersebut dilakukan melalui berbagai program prioritas yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sosial. Inisiatif ini bertujuan untuk secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengentaskan kemiskinan di provinsi tersebut.

Ketua Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menyampaikan laporan capaian ini dalam acara Rakorda dan Penganugerahan Baznas Awards 2025 di Tanjungpinang. Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, turut mengapresiasi kinerja Baznas Kepri yang dinilai sangat positif.

Program Prioritas Penyaluran Zakat Baznas Kepri yang Komprehensif

Penyaluran Zakat Baznas Kepri mencakup beragam program yang dirancang untuk memberikan dampak maksimal. Salah satu fokus utama adalah sektor pendidikan, dengan adanya beasiswa pendidikan bagi siswa SLTA negeri dan swasta di seluruh Kepri. Program unggulan lainnya adalah beasiswa satu rumah satu sarjana Baznas, yang mendukung mahasiswa hingga menyelesaikan studi di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, Baznas Kepri juga menjangkau masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk menyediakan layanan keagamaan. Khususnya, bantuan ini diberikan kepada suku laut dan komunitas di pulau-pulau terluar, memastikan mereka tidak terlewatkan dari manfaat zakat.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, Baznas Kepri telah membantu pembangunan dan renovasi 140 rumah bagi masyarakat kurang mampu. Program vital ini direncanakan akan terus berlanjut pada tahun 2026, menunjukkan komitmen jangka panjang Baznas dalam Penyaluran Zakat Baznas Kepri.

Inovasi dan Sinergi dalam Pengelolaan Zakat

Inovasi Baznas Kepri tidak berhenti pada program-program tersebut. Mereka juga berhasil membangun Rumah Sehat Baznas (RSB) Kepri, yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. RSB Kepri bahkan masuk nominasi sebagai RSB terbaik tingkat nasional pada tahun 2025, sebuah pencapaian membanggakan.

Dukungan dari pemerintah pusat juga terlihat jelas melalui pembangunan empat masjid percontohan berbasis pemberdayaan di Tanjungpinang dan Batam. Masjid-masjid ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, memperkuat peran Penyaluran Zakat Baznas Kepri.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, secara khusus mengapresiasi capaian Baznas Kepri. Beliau menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk bersinergi dan mendukung penguatan peran Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Rakorda dan Baznas Awards sebagai Momentum Peningkatan Tata Kelola Zakat

Raja Ariza berharap bahwa Rakorda dan Baznas Awards 2025 akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola zakat di daerah. Acara ini berfungsi sebagai wadah konsolidasi, evaluasi, dan penguatan sinergi antar-lembaga pengelola zakat di seluruh Provinsi Kepri.

Lebih lanjut, agenda ini juga menjadi ajang penghargaan bagi Baznas kabupaten/kota serta lembaga amil zakat (LAZ) yang telah menunjukkan prestasi. Penghargaan diberikan berdasarkan kinerja dalam tata kelola zakat, efektivitas pendistribusian, inovasi program pemberdayaan, serta kualitas pelayanan.

Sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan dapat terus memperkuat efektivitas pendistribusian zakat. Hal ini memastikan bahwa dana zakat dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Kepri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi