Baznas DKI Jakarta Targetkan Himpunan ZIS Rp450 Miliar pada 2026
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta menargetkan penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) sebesar Rp450 miliar pada tahun 2026, sebuah peningkatan signifikan untuk memperluas dampak sosial.
Baznas DKI Jakarta telah menetapkan target ambisius untuk menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp450 miliar pada tahun 2026. Target ini bertujuan untuk memperluas partisipasi muzaki dan meningkatkan dampak penyaluran dana bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah DKI Jakarta.
Ketua Baznas DKI Jakarta, Akhmad H Abu Bakar, menjelaskan bahwa total target tersebut terbagi menjadi Rp163,25 miliar dari Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan Rp286,75 miliar dari sumber non-TKD. Pencapaian target ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran zakat dalam pembangunan sosial ekonomi.
Pada tahun sebelumnya, sepanjang 2025, Baznas DKI berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp396,36 miliar, mencapai 99,09 persen dari target Rp400 miliar. Dana tersebut berasal dari kontribusi TKD sebesar Rp147,85 miliar dan non-TKD sebesar Rp248,50 miliar, menunjukkan kinerja yang kuat dalam pengelolaan ZIS.
Strategi Peningkatan Penghimpunan ZIS
Baznas DKI Jakarta terus berupaya mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS melalui berbagai strategi inovatif dan perluasan jangkauan. Salah satu fokus utama adalah mendorong partisipasi lebih banyak muzaki, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum.
Lembaga ini juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mendukung penerbitan Instruksi Gubernur. Instruksi ini diharapkan mengatur penunaian zakat profesi sebesar 2,5 persen bagi seluruh karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dengan adanya regulasi tersebut, diharapkan penghimpunan ZIS dapat menjadi lebih optimal. Hal ini akan memungkinkan manfaatnya menjangkau warga Jakarta secara lebih luas dan merata di berbagai sektor.
Dampak Positif Penyaluran Dana ZIS
Dari total dana ZIS yang berhasil dihimpun pada tahun 2025, sebanyak Rp387,67 miliar telah disalurkan untuk berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan. Penyaluran ini mencakup bidang dakwah, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sosial kemanusiaan.
Program sosial kemanusiaan menerima alokasi dana terbesar, menunjukkan komitmen Baznas DKI dalam membantu kelompok rentan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran dana ZIS secara efektif ini merupakan bukti nyata dari kepercayaan muzaki kepada Baznas DKI. Kepercayaan ini memungkinkan lembaga untuk terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di ibu kota.
Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi atas kinerja Baznas DKI dan meminta lembaga tersebut untuk terus berinovasi. Ia menekankan pentingnya memperluas jangkauan manfaat serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana.
Gubernur Pramono Anung juga menegaskan pentingnya memastikan tidak ada warga kurang mampu di Jakarta yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama selama bulan Ramadhan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mendukung penuh upaya Baznas.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap BAZNAS (BAZIS) dapat memastikan tidak ada warga, terutama yang tidak mampu, yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya," ungkap Gubernur Pramono Anung. Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam menjamin kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews