Menteri PPN Apresiasi Stabilitas Ekonomi Jawa Timur dan Ketahanan Pangan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyoroti keberhasilan Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di tengah tekanan global, menunjukkan ketangguhan daerah.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengapresiasi Provinsi Jawa Timur atas kemampuannya menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Apresiasi ini disampaikan di tengah tantangan global yang berpotensi mengganggu perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Surabaya, Selasa (14/4). Jawa Timur dinilai berhasil mengatasi persoalan pangan, terutama selama periode Ramadan hingga Lebaran tahun ini.
Keberhasilan ini menunjukkan ketahanan daerah dalam menghadapi tekanan global, termasuk dalam menjaga distribusi bahan pokok dan stabilitas energi. Capaian ini menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam mengelola gejolak ekonomi.
Keberhasilan Jawa Timur Hadapi Tekanan Global
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Jawa Timur telah membuktikan kemampuannya mengatasi persoalan pangan. Provinsi ini berhasil melewati kondisi paling sulit selama Ramadan dan Lebaran dengan menjaga ketahanan pangan yang kuat.
Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pemerintah daerah dalam mengelola tekanan ekonomi global. Hal ini termasuk upaya menjaga kelancaran distribusi bahan pokok esensial kepada masyarakat.
Selain itu, Jawa Timur juga berhasil menjaga stabilitas energi di tengah gejolak global yang memengaruhi banyak negara. Kemampuan ini menunjukkan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai krisis.
“Dengan tekanan ekonomi sekarang, Provinsi Jawa Timur sudah bisa mengatasi persoalan pangan. Kita sudah melewati kondisi paling sulit pada waktu Ramadhan dan saat Lebaran Jawa Timur mampu menjaga ketahanan pangan,” kata Rachmat Pambudy.
Indikator Pembangunan dan Penurunan Kemiskinan
Stabilitas yang terjaga di Jawa Timur tidak lepas dari kinerja pemerintah daerah dalam mengendalikan berbagai indikator pembangunan. Ini meliputi pertumbuhan ekonomi yang positif serta upaya menekan angka pengangguran.
Pemerintah daerah juga menunjukkan komitmen kuat dalam program penurunan kemiskinan. Salah satu capaian signifikan adalah penurunan angka kemiskinan ekstrem yang kini mendekati nol persen.
Dengan capaian ini, fokus pembangunan ke depan akan lebih diarahkan pada penurunan angka kemiskinan secara umum. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan dapat terjaga. Ini terjadi meskipun daerah menghadapi tantangan global yang tidak ringan dan kompleks.
Peran Pemerintah Pusat dalam Pembangunan Daerah
Pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas memastikan arah perencanaan pembangunan berjalan hingga ke daerah. Tujuannya adalah agar setiap program dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Rachmat Pambudy menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah. Ini untuk memastikan bahwa semua rencana pembangunan dapat terealisasi secara efektif.
Pemerintah pusat berkomitmen untuk membantu menyelesaikan kesulitan yang mungkin timbul di tingkat daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan perencanaan pembangunan dapat berjalan lancar.
“Inginnya memastikan bahwa semua perencanaan yang diarahkan oleh Presiden sampai ke tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa. Dan kalau ada kesulitan di tingkat daerah, kami para menteri harus bisa menyelesaikan dan memastikan perencanaan itu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sumber: AntaraNews