Pemprov Jateng Pertahankan Predikat TPID Terbaik Jawa-Bali: Kunci Stabilitas Ekonomi Wilayah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih predikat TPID Terbaik se-Jawa-Bali untuk kedua kalinya. Simak strategi kolaboratif yang menjaga inflasi tetap stabil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil mempertahankan prestasinya sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik. Penghargaan ini diberikan di tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga.
Prestasi ini diraih pada tahun 2025, setelah sebelumnya juga menjadi yang terbaik pada tahun 2024. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima penghargaan tersebut dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) dan Rakornas Pengendalian Inflasi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada Jumat (28/11) malam.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi erat, sinergi, serta inovasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota. Upaya ini menunjukkan ketangguhan Pemprov Jateng dalam menjaga laju inflasi di wilayahnya secara berkelanjutan.
Strategi Jitu Pengendalian Inflasi "REGA TATAS"
Gubernur Luthfi mengungkapkan bahwa upaya pengendalian inflasi di Jawa Tengah mengusung program inovatif bernama REGA TATAS. Program ini merupakan akronim dari Rega tumata, aman, terjangkau, adil, dan stabil, yang menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Implementasi program REGA TATAS didukung oleh strategi pengendalian inflasi "4K" yang komprehensif. Strategi ini mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan komoditas yang memadai, kelancaran distribusi barang, serta komunikasi efektif kepada masyarakat.
Sejak tahun 2024, Pemprov Jateng secara konsisten melakukan berbagai upaya sinergis untuk mengendalikan inflasi. Langkah-langkah ini meliputi menjaga stabilitas harga di pasar, memastikan ketersediaan pasokan pangan, dan melancarkan pendistribusian barang ke seluruh wilayah.
"Melalui harga yang stabil di pasar maka daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Gubernur Luthfi. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesejahteraan masyarakat dari dampak inflasi.
Dampak Positif Stabilitas Inflasi terhadap Ekonomi Jateng
Keberhasilan Pemprov Jateng dalam menjaga inflasi tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahun 2025, kondisi inflasi di Jawa Tengah menunjukkan laju yang sangat stabil, dengan angka inflasi Oktober 2025 tercatat 2,86 persen.
Angka inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan, yaitu 2,5 plus minus 1 persen, menunjukkan efektivitas kebijakan TPID Terbaik Jateng. Realisasi investasi selama Januari hingga September 2025 juga sangat menggembirakan, mencapai Rp66,13 triliun.
Dampak positif dari stabilitas inflasi dan investasi ini tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 yang mencapai 5,37 persen (year-on-year). Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,04 persen (yoy), menunjukkan kinerja ekonomi Jateng yang superior.
Selain itu, angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan, turun dari 9,58 persen pada September 2024 menjadi 9,48 persen pada Maret 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 juga menurun menjadi 4,66 persen, atau turun 0,12 persen, menandakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews