Aviari Raksasa di RTH Pagutan Mataram, Wadah Edukasi Fauna Terbaru
Pemerintah Kota Mataram telah meresmikan aviari raksasa di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi pusat edukasi fauna dan daya tarik wisata baru di Mataram.
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah meresmikan sebuah aviari atau kandang burung raksasa di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Fasilitas ini dibangun sebagai pelengkap area publik serta wadah edukasi fauna bagi masyarakat. Dengan ukuran 8x24 meter, aviari ini menjadi daya tarik baru bagi pengunjung RTH Pagutan.
Pembangunan aviari RTH Pagutan Mataram ini menghabiskan anggaran sekitar Rp280 juta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, menyatakan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai sarana edukasi dan hiburan. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap keanekaragaman hayati.
Aviari ini menampung sekitar 28 ekor burung dari delapan jenis berbeda, termasuk burung Kenari dan Jalak Kebo. Pengunjung dapat menikmati keindahan burung-burung tersebut dari area luar jaring pelindung. Hal ini untuk menjaga keamanan dan keselamatan koleksi burung di dalamnya.
Aviari RTH Pagutan: Fasilitas Edukasi dan Hiburan Baru
Kehadiran aviari RTH Pagutan Mataram ini menandai komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam menyediakan ruang publik yang multifungsi. Selain sebagai tempat rekreasi, aviari ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi anak-anak dan keluarga. Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis burung lokal dan non-lokal.
Fasilitas ini dirancang dengan cermat untuk memastikan kenyamanan burung dan keamanan pengunjung. Jaring pelindung dengan kerapatan kecil dipasang untuk mencegah gangguan dari luar. Ini juga memastikan tidak ada pengunjung yang memberi makan sembarangan.
DLH Kota Mataram berharap aviari ini dapat menambah daya tarik estetika kota. Selain itu, menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat mengenal jenis-jenis burung tanpa harus masuk ke habitat buatan tersebut.
Keanekaragaman Koleksi Burung dan Rencana Pengembangan
Saat ini, aviari RTH Pagutan Mataram telah menjadi rumah bagi sekitar 28 ekor burung dari delapan jenis berbeda. Beberapa spesies yang sudah menghuni kandang raksasa ini antara lain burung Kenari, Jalak Kebo, Jalak Rebo, dan Jalak Rio. Burung Koaok, burung khas yang menjadi lambang Kota Mataram, juga turut melengkapi koleksi.
DLH Kota Mataram memiliki rencana untuk terus menambah varietas satwa lainnya dalam waktu dekat. Penambahan koleksi ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman edukasi pengunjung. Hal ini juga untuk meningkatkan daya tarik aviari secara keseluruhan.
Rencananya, akan ada pelepasan Bebek Mandarin dan beberapa jenis burung lain yang sedang diupayakan. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan dari pengelola untuk mengembangkan fasilitas aviari. Tujuannya agar semakin banyak jenis burung yang dapat dipelajari oleh masyarakat.
Prioritas Perawatan dan Keamanan Satwa di Aviari Mataram
Pengelola aviari RTH Pagutan Mataram sangat memprioritaskan perawatan kesehatan burung. Hal ini untuk memastikan kelangsungan hidup satwa di dalamnya. Pemberian makan secara teratur dan menjaga kebersihan kandang menjadi fokus utama.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat mengenai kelangsungan hidup satwa, Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, memastikan standar perawatan yang tinggi. Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah pengunjung masuk atau memberikan makanan sembarangan.
Jaring pelindung yang terpasang tidak hanya berfungsi sebagai pembatas visual. Namun juga sebagai benteng keamanan yang efektif. Ini melindungi burung dari gangguan eksternal dan memastikan lingkungan yang aman bagi mereka.
Sumber: AntaraNews