Hanura NTB Bantah Isu Kader Pindah Massal ke PSI, Tegaskan Klaim Keliru
Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan dengan tegas membantah isu **kader pindah massal** dari Hanura Kota Bima ke PSI, menyebut klaim tersebut tidak benar dan meluruskan status mantan kader yang menyebarkan isu.
Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nusa Tenggara Barat, Ahmad Dahlan, dengan tegas membantah isu yang menyebutkan kader Partai Hanura Kota Bima pindah secara massal ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bantahan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di publik dan menjaga soliditas partai.
Ahmad Dahlan menyatakan bahwa Mohammad Casman, sosok yang mengklaim sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kota Bima, sebenarnya bukan lagi kader partai. Klaim Casman tersebut dinilai keliru dan tidak mewakili posisi partai secara resmi.
Pernyataan ini disampaikan di Mataram pada Senin, 21 April 2026, menyusul adanya klaim eksodus kader Hanura Kota Bima. Hanura NTB menegaskan bahwa struktur kepengurusan di Kota Bima telah berjalan sesuai prosedur dan memiliki kepemimpinan yang sah.
Klarifikasi Status Kepengurusan DPC Hanura Kota Bima
Ahmad Dahlan menjelaskan, Mohammad Casman tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Kota Bima. Posisi Ketua DPC Hanura Kota Bima saat ini dipegang oleh Amiruddin H. Muchtar, yang telah ditetapkan sejak Musyawarah Cabang (Muscab) pada Oktober 2025. Penetapan Amiruddin ini dilakukan secara sah dan sesuai mekanisme partai, menggantikan kepengurusan sebelumnya.
Casman tercatat tidak aktif sebagai pengurus Partai Hanura sejak bulan Juli 2025. Saat itu, Casman diminta untuk menyelenggarakan rapat persiapan Muscab Hanura Kota Bima, namun permintaan tersebut diabaikan. Hal ini mengakibatkan pimpinan Hanura NTB mengambil alih pelaksanaan Muscab untuk memastikan keberlangsungan organisasi.
Leo, sapaan akrab Ahmad Dahlan, menambahkan bahwa Casman tidak merespons konfirmasi dari panitia Muscab selama dua minggu. Atas dasar itu, Muscab DPC Hanura Kota Bima akhirnya digelar dan menetapkan Amiruddin H. Muchtar, anggota DPRD Kota Bima dua periode, sebagai Ketua Hanura Kota Bima periode 2025-2030. Pernyataan Casman yang menyebut dirinya sebagai Ketua Hanura hanyalah klaim pribadi dan tidak sah.
Selama Casman menjabat sebelum digantikan oleh Amiruddin H. Muchtar, Hanura Kota Bima terpantau 'mati suri' karena seluruh pengurus ranting dan cabang tidak terurus secara serius. Casman juga tidak ikut kontestasi Pileg 2024, menunjukkan ketidakaktifan dalam kegiatan partai yang signifikan.
Bantahan Isu Eksodus Kader dan Target Hanura di Pileg 2029
Pernyataan Casman yang menyebutkan 2.500 kader Hanura Kota Bima akan eksodus ke PSI juga dibantah keras oleh Ahmad Dahlan. Menurutnya, isu ribuan kader yang bakal pindah ke PSI hanya merupakan bentuk penggiringan isu pribadi yang dilakukan oleh Casman. Hanura NTB memastikan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan hanya klaim sepihak.
Ketua Hanura Kota Bima yang baru, Amiruddin H. Muchtar, saat ini terus melakukan penguatan kader untuk persiapan Pileg 2029. Struktur partai sudah dibentuk dan kantor sekretariat telah disiapkan, menunjukkan aktivitas partai yang solid dan terorganisir di bawah kepemimpinan baru. Ini membuktikan bahwa Hanura Kota Bima aktif bergerak dan tidak terpengaruh isu tersebut.
Ahmad Dahlan merasa keberatan atas pernyataan Casman yang dinilai kurang etis dan membawa nama partai tanpa hak. Ia menegaskan bahwa Casman bukan lagi kader Hanura, sehingga pernyataannya tidak mewakili partai secara resmi. Pihak Hanura akan terus fokus pada penguatan internal dan konsolidasi.
Hanura NTB menargetkan penambahan jumlah kursi di Kota Bima pada Pileg 2029. Dari satu kursi yang berhasil diraih pada Pileg 2024, partai ini berambisi untuk meningkatkan perolehan kursi DPC Kota Bima. Target ini menunjukkan optimisme dan strategi partai ke depan untuk memperkuat posisi politiknya di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews