Tahukah Anda? Sentra Fauna Lenteng Agung Bakal Jadi Pusat Edukasi, Target Rampung September Ini!

Pembangunan Sentra Fauna Lenteng Agung di Jakarta Selatan ditargetkan rampung September ini. Akan jadi pusat edukasi fauna dan UMKM modern, siapkah Anda menyambut destinasi baru ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sentra Fauna Lenteng Agung Bakal Jadi Pusat Edukasi, Target Rampung September Ini!
Pembangunan Sentra Fauna Lenteng Agung di Jakarta Selatan ditargetkan rampung September ini. Akan jadi pusat edukasi fauna dan UMKM modern, siapkah Anda menyambut destinasi baru ini? (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggeber pembangunan Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta di Lenteng Agung. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada akhir September 2025 mendatang. Sentra ini diharapkan mulai difungsikan secara penuh pada awal Oktober 2025 untuk masyarakat luas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan progres signifikan. Pembangunan fisik kios telah mencapai 85 persen. Relokasi pedagang Pasar Burung Barito menjadi salah satu tujuan utama proyek ini.

Dari total 125 kios yang direncanakan, 119 di antaranya sudah dilengkapi dinding, sementara sisanya masih dalam tahap pondasi. Penyelesaian prasarana pendukung seperti gerbang, turap, tangga, dan taman juga diperkirakan selesai pada akhir bulan ini. Ini akan menjadi destinasi baru yang menarik di Jakarta Selatan.

Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta dirancang untuk memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar pasar hewan biasa. Lokasi ini akan menjadi pusat edukasi fauna yang komprehensif bagi masyarakat. Selain itu, sentra ini juga akan menjadi ruang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) modern.

Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Sekitar 2.000 meter persegi dari luas tersebut dialokasikan khusus untuk pedagang. Mereka sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96.

Total kios terbagi dalam tiga zona utama untuk mengakomodasi berbagai jenis usaha. Zona A terdiri atas 22 kios kuliner yang beragam. Sementara itu, Zona C dan D menyediakan 74 kios untuk pedagang burung dan pakan hewan. Zona E dialokasikan untuk parcel dan kuliner dengan jumlah 29 kios.

Selain kios, fasilitas pendukung lainnya juga akan tersedia untuk kenyamanan pengunjung. Ini mencakup area parkir yang luas, ruang edukasi, dan pertunjukan seni budaya. Seluruh sarana penunjang ini dirancang untuk menciptakan ekosistem usaha yang higienis, ramah lingkungan, dan nyaman.

Pemilihan Lenteng Agung sebagai lokasi Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang sangat strategis. Aksesibilitas menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan lokasi.

Lokasi ini sangat dekat dengan berbagai akses transportasi umum yang vital. Stasiun KRL Lenteng Agung hanya berjarak singkat, memudahkan pengunjung yang menggunakan kereta api. Selain itu, akses ke jalan tol juga sangat mudah dijangkau dari sentra ini.

Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan bahwa Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta akan menjadi ruang publik yang unggul. "Sentra Fauna dan Kuliner Jakarta akan menjadi ruang publik yang higienis, ramah keluarga, sekaligus destinasi baru yang lebih menarik dibandingkan Barito," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta.

Meskipun sebagian besar pembangunan sudah berjalan, Zona B yang diperuntukkan bagi amphitheater masih belum berproses. Namun, secara keseluruhan, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif. Sentra ini akan menjadi ikon baru bagi Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi