Kapibara "Mas Bro" Jadi Magnet Baru Pengunjung di THPS Pematang Siantar
Satwa pengerat terbesar di dunia, Kapibara, kini menjadi primadona baru di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) dan sukses menarik perhatian ribuan pengunjung, terutama saat momen Idul Fitri 1447 H.
Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) di Sumatera Utara kini memiliki daya tarik baru yang berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung. Satwa pengerat terbesar di dunia, Kapibara, menjadi bintang utama yang dinanti-nantikan kehadirannya. Kehadiran "Mas Bro" ini menambah semarak suasana libur Idul Fitri 1447 H di kebun binatang tersebut.
Kapibara yang populer di media sosial dengan julukan "Mas Bro" ini baru tiba di THPS dua hari menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H. Penambahan koleksi satwa ini merupakan bagian dari upaya THPS untuk terus meningkatkan pengalaman pengunjung. Banyak wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Kota Medan, sengaja datang untuk melihat langsung hewan unik ini.
Manager THPS, Bayu Anggriawan, mengungkapkan bahwa penambahan sepasang Kapibara ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan. Selain itu, THPS juga terus berbenah dengan menambah satwa lain dan memperbaiki fasilitas. Tujuannya adalah agar pengunjung merasa nyaman, terhibur, dan mendapatkan wawasan baru tentang dunia hewan.
Daya Tarik "Mas Bro" di THPS
Sejak kedatangannya, Kapibara langsung menjadi pusat perhatian di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS). Satwa yang dikenal luas di platform media sosial dengan sebutan "Mas Bro" ini menarik banyak pengunjung untuk langsung menuju kandangnya. Mereka penasaran ingin menyaksikan secara langsung hewan pengerat terbesar di dunia yang memiliki bobot antara 33 hingga 66 kilogram ini.
Salah seorang pengunjung dari Kota Medan, Andi (20), menyatakan kegembiraannya bisa melihat Kapibara secara langsung. "Itu Mas Bro, di bawah pohon (Coklat)," tunjuk Andi saat menemukan Kapibara di kandangnya. Pengalaman melihat Kapibara secara fisik yang ternyata berukuran besar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang sebelumnya hanya melihatnya di layar gawai.
Popularitas Kapibara sebagai "Mas Bro" di dunia maya telah menciptakan ekspektasi tinggi di kalangan masyarakat. Kehadiran Kapibara di THPS memberikan kesempatan bagi penggemar untuk berinteraksi lebih dekat, meskipun dari balik pagar kandang. Fenomena ini membuktikan bagaimana tren media sosial dapat memengaruhi minat kunjungan ke destinasi wisata edukasi seperti kebun binatang.
Penambahan Koleksi Satwa dan Fasilitas THPS
Manajemen Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) tidak hanya menghadirkan Kapibara sebagai koleksi baru di tahun 2026. Menurut Bayu Anggriawan, Manager THPS, ada beberapa satwa lain yang juga baru didatangkan untuk memperkaya keragaman hayati di kebun binatang ini. Penambahan tersebut meliputi sepasang Kapibara, Singa Putih betina, Beruang Madu, dan Orang Utan Kalimantan jenis betina untuk melengkapi pasangan yang sudah ada.
Selain penambahan koleksi satwa, THPS juga aktif melakukan penataan kandang dan fasilitas pendukung lainnya. Kebersihan area kebun binatang juga menjadi prioritas utama untuk menjamin kenyamanan pengunjung dan kesehatan satwa. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang optimal bagi satwa dan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap pengunjung.
THPS juga menawarkan berbagai atraksi menarik yang dapat dinikmati pengunjung. Beberapa di antaranya adalah kesempatan memberi makan satwa secara langsung, sesi foto bersama satwa tertentu, serta pertunjukan satwa yang cerdas. Atraksi seperti satwa yang bermain bola, memungut sampah, atau mengambil benda yang dipegang pengunjung menjadi hiburan edukatif yang sangat diminati.
Harapan THPS untuk Pengalaman Pengunjung
Bayu Anggriawan, Manager THPS, menyampaikan harapannya agar para pengunjung dapat merasa nyaman dan terhibur selama berada di Taman Hewan Pematang Siantar. Pihaknya berkomitmen untuk menyediakan pengalaman kunjungan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang berbagai jenis hewan. Edukasi mengenai konservasi dan kehidupan satwa menjadi salah satu misi utama THPS.
Dengan bertambahnya koleksi hewan, terutama Kapibara yang sedang viral, THPS optimis akan semakin menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Peningkatan jumlah satwa langka dan populer diharapkan dapat mendorong lebih banyak kunjungan dari berbagai kalangan. Ini sejalan dengan visi THPS untuk menjadi pusat rekreasi sekaligus edukasi yang terkemuka di Sumatera Utara.
Pengembangan THPS terus dilakukan secara holistik, mencakup aspek konservasi, edukasi, dan rekreasi. Manajemen berharap setiap pengunjung dapat pulang dengan membawa kenangan indah dan pengetahuan baru setelah berinteraksi dengan satwa-satwa di THPS. Keberlanjutan operasional dan peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama untuk masa mendatang.
Sumber: AntaraNews