Ada Usulan Kantor Wapres Pindah ke IKN, Bahlil: Silakan Saja
Menurut Bahlil, pihaknya akan setuju apapun keputusan pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo terkait nasib IKN ke depan.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia angkat bicara soal usulan Partai NasDem agar IKN (Ibu Kota Nusantara) dijadikan kantor Wakil Presiden. Bahlil menilai usulan apa pun sah saja.
"Kita silakan saja, namanya saja usulan kan semuanya boleh mengusulkan," kata Bahlil di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (23/7).
Menurut Bahlil, pihaknya akan setuju apapun keputusan pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo terkait nasib IKN ke depan, apakah akan dibuat untuk kantor wapres atau menjadi Ibu kota Kalimantan Timur.
"Kalau Golkar, kalau kita kan partai pendukung pemerintah, apa yang diputuskan oleh pemerintah, ya kita dukung,” kata dia.
Selain itu, Bahlil menegaskan hingga saat ini pembangunan IKN tetap berlanjut dan anggaran sudah tersedia.
"Setahu saya nggak ada moratorium ya. Gini, membangun IKN itu kan sudah ada times. sudah ada perencanaannya, tahapannya sudah ada. Itu aja yang dijalankan, yang namanya membangun suatu kota negara itu kan tidak secepat dan tidak waktu yang 5 tahun," pungkasnya.
Presiden Prabowo Berkantor di IKN Nusantara Mulai 17 Agustus 2028
Presiden Prabowo Subianto ditargetkan bakal berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2028. Selain Prabowo, para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di pemerintah pusat pun diproyeksikan bakal pindah ke ibu kota baru di waktu yang sama.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat dijumpai di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/12)
"Targetnya pak Prabowo, 17 Agustus 2028 itu sudah berkantor di sana. Selambatnya 17 Agustus 2029. Eksekutif, Legislatif sama Yudikatif, beserta seluruh ASN penunjangnya," ujar Dody.
Tak hanya pemerintahan, lembaga kehakiman hingga MPR/DPR juga akan turut berpindah secepatnya di IKN.
"Kesiapan infrastruktur agar eksekutif, yudikatif, legislatif bisa secepatnya berkantor di ibu kota negara Nusantara," imbuh Dody.
Sebelumnya, Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono menyampaikan, Prabowo telah menetapkan dua timeline untuk IKN.
"Kemudian apa programnya ke depan, sesuai dengan perintah Presiden pak Prabowo, timeline-nya ada dua, 2025 dan 2028. Tahun 2025 saya sudah koordinasi dengan Menpan (Rini Widyantini) tentang kepastian kepindahan awal dari ASN," kata pak Bas di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini menargetkan, ekosistem IKN untuk kegiatan pemerintahan pusat bisa rampung pada Desember 2024 mendatang. Mulai dari perkantoran hingga restoran dan tempat hiburan.