Ada Investor Baru, Pintu Kerja untuk Eks Buruh Sritex Kembali Terbuka
Dengan keberadaan investor tersebut, kemungkinan Sritex akan beroperasi kembali sesuai hasil kesepakatan dengan pemerintah pusat.
Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengungkap ada satu investor akan mulai mengoperasikan pabrik Sritex Rejeki Isman (Sritex) mulai bulan depan. Dengan keberadaan investor tersebut, kemungkinan Sritex akan beroperasi kembali sesuai hasil kesepakatan dengan pemerintah pusat.
"Informasi pelaku usaha Juni bulan depan itu Sritex sudah jalan lagi. Jumlah pekerjanya 5.000. Tetapi dengan catatan ini menjadi kewenangan investor yang menanamkan modal ke situ," kata Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi, Jumat (30/5).
Frans enggan mengungkap identitas investor yang akan mengoperasikan Sritex. Begitu juga saat ditanya apakah perusahaan yang dimaksud adalah Indonesia Makmur Tekstil, dia enggan menjelaskan lebih jauh.
"Yang pasti info dari Menaker sekarang ini sudah ada finalisasi dengan investornya," ungkapnya.
Dua Solusi
Ada dua solusi yang bisa ditempuh agar para buruh bisa bekerja lagi. Pertama, meminjam alat dan mesin produksi tekstil milik Sritex. Dengan begitu, para buruh bisa dipekerjakan kembali dengan sistem pemberian upah yang lama.
Kedua, Sritex diambil alih sepenuhnya. Jika memilih opsi ini, maka investor harus memberikan upah dengan ketentuan baru.
"Jadi buruhnya benar-benar dipekerjakan lagi atau tidak, itu tergantung kesepakatan antara kurator yang jumlahnya lima orang itu dengan investor Sritex yang baru," jelasnya.
Dia meminta kepada pelaku usaha bidang pertekstilan guna berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Diharapkan pelaku usaha memahami perkembangan zaman dengan baik.
"Dengan pola adaptasi bisa dilakukan dengan cepat, taktis tanpa terburu-buru," ujarnya.
Selain itu, berinvestasi di bidang industri juga perlu ketelitian yang matang. Jangan sampai, piutang membebani bisnis hingga akhirnya mempersulit operasional perusahaan.
"Jadi di sektor ini perlu kehati-hatian yang sangat matang. Jangan gegabah. Terutama ketika beradaptasi dengan perubahan zaman yang serba cepat ini," pungkasnya.