BSI Mau Jual Emas Batangan Bersertifikat LBMA, Ini Kelebihannya
Menurut Anton, pembelian emas batangan merk BSI Gold dengan karatase 99,99 persen ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan produk serupa yang beredar.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi mengantongi izin layanan Bank Emas atau Bullion Bank. Izin tersebut mencakup dua kegiatan usaha utama, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas.
Sejalan dengan hal itu, BSI telah memiliki BSI Gold yang merupakan emas batangan yang bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan karat 99,9 persen.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna menyebut, BSI Gold hasil kerja sama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk sebagai produsen emas ternama.
"Jadi, ini adalah guarantee (menjamin) bahwa emas yang kita jual kepada masyarakat adalah emas yang kemudian apa namanya memiliki tingkat keaslian," ujar Anton dalam acara Buka Puasa Bersama Media di BSI The Tower, Jakarta, Rabu (5/3).
Menurut Anton, pembelian emas batangan merk BSI Gold dengan karatase 99,99 persen ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan produk serupa yang beredar di pasaran. Pertama, BSI Gold telah memiliki standar SNI.
Kedua, BSI Gold dapat dilakukan penjualan kembali (buyback) kepada mitra PT. Hartadinata Abadi, Tbk, melalui jaringan BSI di seluruh Indonesia. Selanjutnya, harga beli dan jual kembali yang kompetitif tidak ditemukan.
"Dengan ini, masyarakat tidak perlu repot lagi untuk melakukan penjualan kembali atau buy-back," tegasnya.
Incar Sertifikat LBMA
Ke depan, Anton menargetkan BSI Gold akan mendapatkan sertifikat London Bullion Market Association (LBMA) seperti emas batangan produksi Antam. Dengan ini, BSI Gold dapat dijual di luar negeri.
"Kita ingin dia (BSI Gold) masuk ke dalam apa namanya tingkat kualitasnya itu LBMA. Jadi, itu kalau dijual dimanapun di luar negeri emas kita akan terima dengan kualitasnya yang sama," tegasnya.
Selain itu, BSI juga akan melanjutkan proses perizinan untuk kegiatan usaha lainnya seperti Pembiayaan Emas dan Penyimpanan Emas. Produk bank emas ini akan melengkapi ekosistem emas BSI yang telah ada, seperti Gadai Emas, Cicil Emas, dan BSI Emas Digital, dengan total emas kelolaan saat ini sekitar 17,5 ton.