Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton hingga Akhir 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mencatat Penjualan Emas BSI mencapai 2,18 ton hingga Desember 2025 melalui aplikasi BYOND, menarik minat Gen Z dan Milenial dengan investasi awal terjangkau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton hingga Akhir 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mencatat Penjualan Emas BSI mencapai 2,18 ton hingga Desember 2025 melalui aplikasi BYOND, menarik minat Gen Z dan Milenial dengan investasi awal terjangkau. (AntaraNews)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berhasil mencatatkan kinerja gemilang dalam layanan investasi emasnya. Hingga Desember 2025, Penjualan Emas BSI melalui platform digital BYOND telah menembus angka fantastis, yakni 2,18 ton.

Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi emas, terutama dari kalangan muda. Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa jumlah nasabah khusus bullion bank telah mencapai lebih dari 500 ribu.

Mayoritas nasabah ini didominasi oleh generasi berusia 20-40 tahun, meliputi kategori Gen-Z dan Gen Milenial. Lonjakan harga emas dalam satu tahun terakhir menjadi salah satu pendorong utama peningkatan minat investasi ini.

Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Hal ini didorong oleh lonjakan harga emas yang mencapai 56,22 persen (ytd) sejak peluncuran layanan pada 26 Februari 2025.

Selain itu, kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui bank emas turut berkontribusi. BSI, sebagai bank emas pertama di Indonesia, memiliki izin lengkap untuk perdagangan, penjualan, dan penitipan emas.

Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI. Nasabah dapat bertransaksi secara real-time selama 24 jam. Investasi awal yang terjangkau, dimulai dari kisaran Rp50 ribuan, menjadikan emas lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Superapps BYOND dirancang bukan hanya sebagai aplikasi perbankan digital, melainkan sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup Islami yang komprehensif. Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.

Nilai investasi dapat dilihat langsung pada BYOND, sementara kepemilikan emas melalui aplikasi menjamin keamanan. Nasabah tidak perlu khawatir emas fisiknya hilang karena disimpan di smart vault bank. Layanan bullion ini juga memperluas jangkauan nasabah karena dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.

BSI terus menyosialisasikan ajakan beli emas mulai dari Rp50 ribuan agar generasi muda memahami pentingnya investasi emas. Kampanye ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran investasi sejak dini, khususnya di kalangan Gen-Z dan Milenial yang menjadi mayoritas nasabah.

Anton Sukarna menjelaskan bahwa emas merupakan investasi yang cocok untuk jangka menengah dan panjang. Instrumen ini ideal untuk memenuhi berbagai kebutuhan masa depan, seperti perencanaan haji, biaya pendidikan, maupun sebagai dana darurat yang membutuhkan pencairan cepat.

Keamanan investasi emas digital di BSI menjadi nilai tambah yang signifikan. Dengan penyimpanan di smart vault bank, nasabah mendapatkan jaminan keamanan fisik emasnya. Ini menghilangkan kekhawatiran terkait risiko kehilangan atau pencurian emas fisik yang seringkali menjadi pertimbangan utama.

Fleksibilitas transaksi 24 jam dan kemudahan akses melalui aplikasi BYOND semakin memperkuat posisi emas sebagai pilihan investasi yang menarik. BSI berkomitmen untuk terus menyediakan layanan investasi emas yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah bagi seluruh nasabah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi