Capaian BSI Program Pemerintah: Dukungan Signifikan untuk Ekonomi Nasional Sepanjang 2025
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memaparkan capaian signifikan dalam mendukung berbagai program unggulan pemerintah sepanjang tahun 2025, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pengembangan ekosistem bulion, menegaskan peran strategisnya.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah sepanjang tahun 2025. Bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang substansial.
Dukungan BSI tidak hanya terbatas pada sektor pembiayaan, tetapi juga merambah ke inisiatif sosial seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Capaian ini menegaskan peran BSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbagai program ini diungkapkan oleh Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah dan Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna di Jakarta, Jumat. Mereka memaparkan detail kontribusi BSI yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Optimalisasi Pembiayaan KUR dan FLPP untuk Masyarakat
BSI secara konsisten menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendukung sektor UMKM di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bank ini berhasil menyalurkan KUR senilai Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah. Pembiayaan ini menunjukkan komitmen BSI terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Selain KUR, BSI juga aktif dalam Program 3 Juta Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bersubsidi. Sejak merger hingga saat ini, BSI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun. Dana tersebut telah membiayai sebanyak 23 ribu unit rumah, membantu masyarakat memiliki hunian layak.
Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah menegaskan bahwa penyaluran dana ini merupakan bagian dari dukungan BSI terhadap program-program unggulan pemerintah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan yang terjangkau.
Dukungan BSI pada Program Sosial dan Pembangunan Desa
BSI turut serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan 1.350 virtual account (VA) untuk memfasilitasi transaksi harian mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini memastikan kelancaran operasional program penting tersebut.
Perseroan juga menunjukkan komitmennya dalam membangun ekonomi lokal dengan mendukung Program 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Pada Oktober 2025, BSI berhasil menuntaskan penyaluran dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan senilai Rp10 triliun. Dana ini disalurkan ke berbagai sektor, termasuk rantai nilai bisnis UMKM, pembiayaan griya non-program, pembiayaan bisnis gadai dan cicil emas, serta pembiayaan konsumer.
Grandhis H. Harumansyah menyatakan bahwa dana tersebut tersalurkan ke sektor-sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ini mencakup baik sektor konsumer maupun sektor bisnis, menunjukkan fleksibilitas dan jangkauan pembiayaan BSI.
Pengembangan Ekosistem Bulion dan Pertumbuhan Bisnis Emas
Program pemerintah lainnya yang mendapatkan dukungan penuh dari BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas. Hingga saat ini, baru ada dua lembaga jasa keuangan yang menyandang status bank emas di Indonesia, yakni BSI dan PT Pegadaian.
Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkapkan bahwa bisnis emas perseroan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bisnis cicil emas dan gadai emas tumbuh 78,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,9 triliun per Desember 2025.
Produk cicil emas melonjak 101,23 persen yoy mencapai Rp12,89 triliun, sementara gadai emas tumbuh 56,05 persen yoy menjadi Rp10,02 triliun. BSI juga mencatat volume penjualan emas mencapai 2,2 ton sepanjang tahun lalu.
Anton Sukarna menambahkan, BSI kini sedang mengembangkan produk bulion baru berupa simpanan emas (gold deposit). Produk inovatif ini direncanakan akan dirilis pada akhir Februari 2026, memperluas layanan investasi emas bagi nasabah.
Jumlah nasabah cicil emas dan gadai emas BSI saat ini mencapai 640 ribu. Sementara itu, untuk produk titipan dan jual beli bulion murni, BSI telah memiliki 530 ribu nasabah, menunjukkan minat tinggi masyarakat terhadap produk emas syariah.
Sumber: AntaraNews