BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025, Paling Banyak untuk Sektor Pertanian

BRI secara konsisten menjadi bank dengan kontribusi terbesar dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025, Paling Banyak untuk Sektor Pertanian
BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025, Paling Banyak untuk Sektor Pertanian (Merdeka.com)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp178,08 triliun sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dana tersebut disalurkan kepada sekitar 3,8 juta debitur di berbagai daerah.

"BRI ini memang dari dulu adalah backbone-nya untuk penyaluran kredit usaha rakyat. BRI telah menyalurkan kur senilai Rp178,08 triliun kepada sekitar Rp 3,8 juta debitur pada periode Januari sampai Desember 2025," kata Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV-2025, Kamis (26/2).

Ia menyampaikan bahwa peran perseroan sebagai tulang punggung penyaluran KUR telah berlangsung sejak lama. BRI secara konsisten menjadi bank dengan kontribusi terbesar dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari total KUR yang disalurkan, sektor pertanian menjadi penyerap pembiayaan terbesar. BRI mencatat pembiayaan ke sektor ini mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari keseluruhan penyaluran KUR sepanjang 2025.

"Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai sebesar Rp80,09 triliun atau setara dengan 44,97 persen dari keseluruhan kredit usaha rakyat yang telah disalurkan BRI," ujarnya.

Selain pertanian, penyaluran KUR juga menyasar berbagai sektor produktif lain seperti perdagangan, jasa, dan industri rumahan. Diversifikasi sektor penerima pembiayaan ini menjadi strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi berbasis UMKM sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Tidak hanya melalui KUR, BRI juga aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Salah satunya melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan penyaluran KPR subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur hingga akhir 2025.

"BRI juga berpartisipasi dalam mendukung program 3 juta rumah dengan menyalurkan kredit pemilikan rumah atau KPR subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025 yang lalu," ujarnya.

Selain itu, BRI turut menyalurkan bantuan sosial non-tunai seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, sembako stimulus, hingga BLTS Kestra. Bank pelat merah ini juga mendukung program pemerintah lain seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih guna memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa.

Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BRI terus menjalankan transformasi terintegrasi melalui inisiatif bertajuk BRIvolution Reignite yang diluncurkan pada April 2025. Transformasi ini bertujuan memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

BRI juga mempercepat pengembangan bisnis konsumer melalui penguatan kredit pemilikan rumah, pembiayaan kendaraan, layanan payroll, hingga wealth management.

"Perseron juga terus memperkuat ekosistem bisnis emas ya, melalui integrasi outlet dan digital channel, sementara bekerjasama dengan pegadaian tentunya, karena pegadaian adalah termasuk dalam ekosistem ultra mikro dan juga micro bisnisnya BRI," pungkasnya.

Rekomendasi