Menko Airlangga Sebut Pemerintah Tepat Luncurkan Bank Emas, Terbukti Harga Emas Kini Melonjak Drastis

Kenaikan tersebut disebutnya menjadi bukti kuat bahwa emas masih menjadi instrumen investasi paling aman (safe haven) di tengah gejolak ekonomi global.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Menko Airlangga Sebut Pemerintah Tepat Luncurkan Bank Emas, Terbukti Harga Emas Kini Melonjak Drastis
Menko Airlangga Sebut Pemerintah Tepat Luncurkan Bank Emas, Terbukti Harga Emas Kini Melonjak Drastis (Merdeka.com)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat lonjakan signifikan harga emas dunia dalam delapan bulan terakhir, dari USD 2.400 menjadi USD 4.000 per troy ons.

Kenaikan tersebut disebutnya menjadi bukti kuat bahwa emas masih menjadi instrumen investasi paling aman (safe haven) di tengah gejolak ekonomi global.

“Indonesia sendiri untuk pertama kali meluncurkan bullion bank atau bank emas. Pada saat diluncurkan, harga emas masih di angka USD 2.400 per troy ons. Dan per hari ini, dari Februari sampai Oktober, harga emas sudah mencapai USD 4.000 per troy ons,” ujar Airlangga dalam sambutannya pada acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di Jakarta, Kamis (16/10).

Ia menilai, lonjakan tersebut menunjukkan ketepatan langkah pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis logam mulia.

“Seperti yang disampaikan saat peluncuran, emas adalah safe haven investment di tengah berbagai gejolak perekonomian,” tambahnya.

Airlangga menjelaskan, kehadiran bullion bank tidak hanya memperkuat stabilitas finansial nasional, tetapi juga mempercepat hilirisasi dan rantai pasok emas domestik.

Pemerintah kini mengandalkan dua sumber produksi utama: precious metal refinery di Gresik dan Amman Mineral di Nusa Tenggara Barat.

“Dari Gresik saja kita mampu memproduksi sekitar 50–60 ton per tahun, dan dari Amman Mineral sekitar 20–30 ton per tahun. Jadi total produksi nasional bisa mencapai sekitar 110 ton,” jelasnya.

Selain itu, cadangan emas di Pegadaian dan Bank Indonesia juga masing-masing mencapai sekitar 70 ton.

“Ini menunjukkan bahwa kita punya fondasi kuat untuk menopang sistem keuangan nasional dengan emas sebagai salah satu aset strategis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa bullion bank akan menjadi tonggak penting dalam integrasi sektor emas nasional, dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan emas tidak hanya diperdagangkan sebagai komoditas, tetapi juga digunakan sebagai cadangan devisa dan instrumen keuangan strategis.

“Jadi, ini sebagai gambaran bagaimana emas ke depan bisa menjadi reserve ekonomi kita,” pungkasnya.

Rekomendasi