Menhub: Seharusnya Tahun 2023 sudah Tidak Ada Lagi Kendaraan ODOL
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mempercepat penanganan truk yang kelebihan muatan atau over dimension and over load (ODOL).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mempercepat penanganan truk yang melanggar batas muatan, atau yang dikenal dengan istilah over dimension and over load (ODOL). Sesuai dengan rencana, truk ODOL seharusnya sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2023. Dudy menjelaskan bahwa berdasarkan timeline yang telah ditetapkan pemerintah, seharusnya tidak ada lagi truk ODOL yang beroperasi sejak tahun tersebut.
Setelah dua tahun berlalu, dia kembali menekankan pentingnya penanganan truk ODOL ini. "Ya, sebenarnya kalau timeline kan tahun 2023 seharusnya sudah Zero ODOL," ungkap Dudy saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Jumat (23/5/2025).
Dia berharap agar rencana yang telah disepakati sebelumnya terkait penanganan truk ODOL dapat diterapkan oleh semua pihak yang terlibat. "Jadi kita ingin supaya apa yang sudah menjadi kesepakatan dari para pelaku usaha maupun stakeholder pada saat itu ya kita akan laksanakan," tambahnya.
Upaya menuju zero ODOL ini telah dilakukan dalam berbagai kesempatan. Kali ini, Menhub Dudy mengundang sejumlah kementerian, lembaga, serta asosiasi pelaku usaha untuk membahas langkah-langkah selanjutnya dalam upaya tersebut.
Perkuat upaya penanganan
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menhub Dudy, ia menekankan bahwa penanganan masalah ini akan segera dilakukan. Proses perencanaan, yang sudah dimulai sejak sebelum tahun 2017, menjadi landasan penting dalam langkah ini.
Dudy juga menyatakan bahwa semua pemangku kepentingan, termasuk kementerian, lembaga, dan pelaku usaha, telah menyatakan kesediaan mereka untuk mengulang kembali penanganan truk Over Dimension and Over Load (ODOL).
"Intinya bahwa kita akan memulai proses yang selama ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 ya atau mungkin sebelumnya, bahwa komitmen kita untuk adanya zero ODOL ini akan dilaksanakan dan akan segera kita laksanakan," tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah truk ODOL yang telah berlangsung lama. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan solusi yang lebih efektif dapat dicapai.
Penanganan ini bukan hanya sekedar rutinitas, tetapi merupakan upaya nyata untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan teratur. Diharapkan, dengan adanya komitmen dari semua pihak, masalah ini dapat teratasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Targetkan penyelesaian sebelum tahun 2026
Dalam laporan sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan bahwa penanganan truk dengan muatan berlebihan atau yang dikenal dengan istilah over dimension and over load (ODOL) dapat diselesaikan sebelum tahun 2026.
Sosialisasi mengenai penanganan truk ODOL rencananya akan dimulai pada bulan Juni 2025, yang hanya tinggal sebulan lagi. Target tersebut disampaikan oleh Menhub Dudy setelah mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian, lembaga, pelaku usaha, serta asosiasi dalam sektor angkutan logistik.
"Saya malah berharap lebih cepat lebih baik ya (target zero ODOL)," ungkap Menhub Dudy, saat ditemui oleh Liputan6.com di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada hari Jumat, 23 Mei 2025.
Semua pihak telah sepakat
Dia menyatakan bahwa semua pihak yang terlibat telah sepakat untuk memulai penanganan truk Over Dimension Over Load (ODOL). Meskipun demikian, dia juga mengakui adanya beberapa masukan dari pelaku usaha yang perlu diperhatikan.
Meskipun ada tantangan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy berharap agar usulan terkait penanganan truk ODOL tidak menghambat pencapaian target zero ODOL.
"Ya, semua pihak secara umum sudah menyepakati, ada beberapa masukan yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Namun demikian itu harapan saya tidak menunda pelaksanaan dari zero ODOL ini," tuturnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214038/original/014299400_1746709578-IMG_5247.jpeg)