Masjid Al-Aqsa Segera Dibuka Lagi Setelah 40 Hari Ditutup Israel
Penutupan Masjid Al-Aqsa dimulai sejak akhir Februari 2026 dan masih berlangsung hingga saat ini.
Otoritas Israel mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan pembukaan kembali dua situs suci penting di Yerusalem Timur, yaitu Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci, mulai Kamis pagi. Penutupan kedua lokasi tersebut telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, kepolisian Israel menyatakan bahwa langkah ini diambil sejalan dengan pembaruan pedoman dari Komando Pertahanan Dalam Negeri.
"Kedua lokasi akan kembali dibuka bagi jamaah dan pengunjung dengan pengamanan ketat," kutip Anadolu Agency pada Kamis (9/4/2026).
Ratusan personel polisi dan penjaga perbatasan akan dikerahkan di kawasan Kota Tua Yerusalem serta akses menuju kedua tempat ibadah tersebut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk menjamin keamanan selama proses pembukaan kembali.
Sementara itu, Departemen Wakaf Islam menyampaikan bahwa Masjid Al-Aqsa akan dibuka untuk pelaksanaan salat subuh. Akses akan diberikan kepada seluruh jamaah, meskipun mekanisme pengaturan pengunjung belum dirinci lebih lanjut.
Melarang Salat Idulfitri
Penutupan kedua situs suci ini berlangsung sejak 28 Februari sebagai langkah pencegahan kerumunan di tengah situasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Selain penutupan, otoritas juga melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di kompleks Al-Aqsa tahun ini, menjadikannya sebagai pembatasan pertama sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967. Pembukaan kembali ini terjadi di tengah perhatian internasional terhadap akses ibadah di wilayah yang menjadi titik sensitif dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.