FOTO: Ketegangan di Yerusalem Warnai Salat Idul Fitri
Pasukan keamanan Israel membubarkan jamaah Muslim yang hendak melaksanakan salat Idul Fitri di luar Kota Tua Yerusalem, Jumat (20/03/2026).
Pasukan keamanan Israel membubarkan jamaah Muslim yang berupaya melaksanakan salat Idul Fitri di luar tembok Kota Tua Yerusalem pada Jumat (20/03/2025), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Situasi ini terjadi di tengah kebijakan penutupan kompleks Masjid al-Aqsa selama periode akhir Ramadan. Untuk pertama kalinya sejak 1967, akses ke salah satu situs suci paling sensitif di Yerusalem tersebut dibatasi secara luas, menyebabkan jamaah mencari lokasi terdekat untuk tetap menjalankan ibadah.
Sejak akhir Februari, otoritas Israel menerapkan pembatasan akses dengan alasan keamanan seiring meningkatnya ketegangan regional. Kebijakan tersebut berdampak pada ribuan warga Palestina yang tidak dapat memasuki kompleks masjid dan memilih beribadah di area sekitar gerbang Kota Tua.
Di sisi lain, warga Palestina menilai pembatasan tersebut sebagai bagian dari kebijakan yang lebih luas terkait pengelolaan kawasan suci tersebut. Kompleks Masjid al-Aqsa yang juga dikenal sebagai al-Haram al-Sharif memiliki nilai penting bagi umat Islam, sementara bagi umat Yahudi kawasan itu dikenal sebagai Temple Mount dan memiliki signifikansi historis keagamaan.
Dalam beberapa waktu terakhir, situasi di sekitar Kota Tua Yerusalem juga diwarnai peningkatan penjagaan serta pembatasan aktivitas di area tersebut. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi meningkatnya ketegangan, terutama pada momen keagamaan yang melibatkan banyak jamaah.