Di tengah ketegangan dan agresi Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat yang terus meningkat, ribuan warga Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem untuk melaksanakan salat Iduladha 2014 pada hari Minggu (16/6/2024). Foto: REUTERS / Ammar Awad
Area Masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal oleh Yahudi sebagai Temple Mount itu, menjadi pusat perayaan dan ibadah bagi umat Islam yang datang untuk merayakan salah satu hari besar dalam kalender Islam. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Sejak subuh suasana di sekitar Masjid Al-Aqsa telah dipenuhi jemaah muslim yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak untuk menjalankan ibadah salat id Iduladha dengan penuh kekhusyukan. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Di tengah situasi itu, mereka datang melalui pos pemeriksaan yang diperketat oleh otoritas Israel, untuk bersama-sama merayakan Iduladha di Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang memiliki nilai religius dan historis yang sangat tinggi bagi umat Islam. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Warga Palestina yang berkumpul merayakan Iduladha 2024 di Masjid Al-Aqsa juga mengungkapkan harapan dan doanya untuk perdamaian dan keadilan, serta berakhirnya penderitaan yang mereka alami khususnya di wilayah Gaza dan Tepi Barat. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Sebelumnya, pihak berwenang Israel telah meningkatkan pengamanan di sekitar kompleks Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem, dengan alasan untuk mencegah potensi kerusuhan. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Namun, langkah-langkah ini sering kali dianggap oleh warga Palestina sebagai upaya untuk membatasi kebebasan mereka dalam beribadah dan berkumpul. Foto: REUTERS / Ammar Awad
Pada 15 Mei 2026, masyarakat Palestina mengenang Nakba dengan penuh kesedihan, sementara masyarakat Yahudi merayakan pencaplokan Yerusalem dengan suka cita.
Aksi penyerangan yang dilakukan Israel belakangan ini tak menggetarkan niat warga Palestina untuk menghabiskan malam-malam terakhir Ramadan di Masjid Al Aqsa.
Berbagai upaya pembatasan dan penjagaan ketat oleh Israel tak mampu membendung puluhan ribu warga Palestina untuk tetap menggelar salat Jumat di Masjid Al Aqsa.
Presiden Prabowo Subianto telah tiga kali mengunjungi Paris dalam lima bulan pertama tahun 2026. Kunjungan ini menggarisbawahi intensitas Diplomasi Prabowo di Paris untuk memperkuat kerja sama strategis Indonesia-Prancis di berbagai sektor, termasuk perta
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron bertemu di Paris, menegaskan komitmen kedua negara terhadap Solusi Dua Negara sebagai kunci perdamaian di Timur Tengah dan kemerdekaan Palestina.