Arab Saudi akan Terbitkan Paspor Khusus Unta, Alasannya Agar Punya Identittas Resmi
Arab Saudi berencana meluncurkan paspor resmi khusus untuk unta. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi perdagangan dan perlindungan hewan tersebut.
Pemerintah Arab Saudi bakal menerbitkan paspor resmi buat unta. Hal itu disebut sebagai upaya menggenjot pengelolaan populasi unta serta memperkuat sektor peternakan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk membangun basis data nasional yang akurat dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas dalam industri unta. Program ini diharapkan dapat mempermudah pengawasan terhadap distribusi dan perdagangan hewan tersebut.
Nantinya, paspor milik unta di Arab Saudi akan berwarna hijau dan disertai lambang negara juga ada gambar ilustrasi unta berwarna emas.
Menurut laporan dari media pemerintah Al Ekhbariya, paspor ini akan berfungsi sebagai identitas resmi yang mengatur pergerakan, kepemilikan, dan transaksi unta di seluruh wilayah kerajaan. Selain itu, dokumen ini dirancang untuk melindungi hak pemilik dan memudahkan verifikasi kepemilikan, terutama dalam aktivitas jual beli dan transportasi antarwilayah, seperti yang dikutip dari laman NDTV pada Selasa (7/4).
Sementara itu, data pemerintah mencatat populasi unta di Arab Saudi mencapai sekitar 2,2 juta ekor pada tahun 2024. Selama berabad-abad, unta telah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di Semenanjung Arab, baik sebagai alat transportasi tradisional maupun simbol status sosial. Saat ini, unta juga menjadi bagian dari industri modern yang berkembang pesat, termasuk dalam festival tahunan yang menampilkan kontes kecantikan unta.
Dalam kompetisi tersebut, unta-unta unggulan dapat terjual dengan harga mencapai ratusan ribu dolar. Di samping itu, beberapa tahun ke belakang pemerintah setempat juga telah melakukan pengetatan pengawasan terhadap praktik kosmetik ilegal pada unta, contohnya manipulasi bentuk bibir dan punuk.
Pemerintah menilai praktik tersebut bertentangan dengan prinsip pelestarian keaslian dan kesejahteraan hewan. Menurut laporan dari Anadolu Agency, paspor unta akan memuat informasi lengkap, mulai dari nomor mikrochip, identitas hewan, ras, jenis kelamin, warna, hingga tempat dan tanggal lahir. Dokumen ini juga akan dilengkapi dengan foto dari kedua sisi tubuh untuk memastikan akurasi identifikasi.
Selain itu, paspor ini akan mencatat vaksinasi yang terdokumentasi secara resmi, disahkan oleh dokter hewan, termasuk nama, tanda tangan, serta cap otoritas terkait. Arab Saudi merupakan salah satu negara dengan populasi dan kepemilikan unta terbesar di dunia, dengan estimasi sekitar 80.000 pemilik.