Tak Cuma Manusia, Tempat di Gurun Sahara Ini Bahkan ‘Ditakuti Unta’
Penemuan ini berada di Gurun Ténéré, wilayah di Niger yang dikenal sebagai salah satu tempat paling ekstrem di dunia.
Di tengah hamparan luas Gurun Sahara, ratusan kerangka manusia kuno terbaring selama ribuan tahun.
Penemuan ini berada di Gurun Ténéré, wilayah di Niger yang dikenal sebagai salah satu tempat paling ekstrem di dunia.
Mengutip IFLScience, Minggu (22/3/2026), suhu bisa mencapai 49 derajat Celsius, badai pasir kerap terjadi, dan wilayahnya nyaris tak tersentuh manusia.
Meski keras, kawasan ini telah lama menarik perhatian ilmuwan. Pada tahun 2000, tim yang dipimpin paleontolog Paul Sereno melakukan ekspedisi untuk mencari fosil dinosaurus.
Namun, mereka justru menemukan sisa-sisa manusia purba lengkap dengan artefak seperti tembikar, manik-manik, dan alat batu.
“Semuanya seperti terhampar begitu saja di atas pasir, ke mana pun kami melihat,” kata Sereno dalam wawancara dengan National Geographic pada 2024.
Situs ini kemudian dinamai Gobero. Penelitian menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan kompleks pemakaman kuno dengan sekitar 200 kerangka manusia.
Beberapa di antaranya diperkirakan berasal dari sekitar 8000 sebelum masehi.
Awal Janggal, tapi Lama Kelamaan Masuk Akal
Keberadaan pemakaman di wilayah gurun yang sangat kering ini awalnya terasa janggal. Namun, kondisi tersebut menjadi masuk akal jika melihat sejarah iklim Sahara.
Pada masa lalu, kawasan ini pernah mengalami periode “Sahara Hijau”, ketika gurun berubah menjadi wilayah subur dengan danau besar dan kehidupan yang melimpah.
Saat itu, Gobero berada di tepi danau air tawar yang menjadi sumber air dan makanan. Sekitar 7700 SM, kawasan ini dihuni oleh kelompok pemburu dan nelayan. Mereka kemudian meninggalkan wilayah tersebut akibat kekeringan panjang.
Beberapa waktu kemudian, kelompok lain datang dengan budaya berbeda, termasuk praktik beternak.
Menariknya, kedua kelompok ini memiliki ciri fisik yang berbeda, namun menggunakan lokasi yang sama untuk pemakaman.
Para peneliti menilai Gobero menjadi bukti bahwa Sahara pernah menjadi tempat yang layak huni. Hingga kini, wilayah gurun tersebut diyakini masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.