Ilmuwan Temukan Bukti Paling Awal Nenek Moyang Manusia Pernah Hidup di Hutan Afrika 150.000 Tahun Lalu
Sebelumnya manusia diperkirakan belum pernah tinggal di hutan.
Manusia diperkirakan belum pernah tinggal di hutan hujan karena hutan dianggap sebagai penghalang alami bagi tempat tinggal manusia. Namun temuan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkap hal sebalinya.
Dalam studinya, para ilmuwan menemukan bukti paling awal manusia yang hidup di hutan hujan tropis di Afrika, sekitar 150.000 tahun lalu. Studi ini dilakukan tim internasional yang dipimpin oleh Max Planck Institute of Geoanthropology, dengan kontribusi dari Universitas Sheffield
Para ilmuwan menemukan, manusia hidup di hutan hujan yang masuk wilayah Pantai Gading saat ini sekitar 150.000 tahun lalu. Studi ini memberikan bukti bahwa manusia hidup di hutan hujan di mana pun di dunia, sejak 80.000 tahun yang lalu.
Para ilmuwan juga menyatakan, evolusi manusia terjadi di berbagai wilayah dan habitat. Demikian dikutip dari laman Universitas Sheffield, Kamis (27/2).
Mereka menggali kembali situs arkeologi dari tahun 1980-an di dalam hutan hujan, di mana dalam penggalian sebelumnya ditemukan perkakas batu terkubur di dalam sedimen namun tidak diketahui usianya. Tim ilmuwan kemudian menerapkan metode ilmiah baru pada situs tersebut yang tidak tersedia selama penelitian awal.
Para ilmuwan menemukan dan menganalisis serbuk sari kuno, sisa tanaman yang mengandung silika (fitolit) dan isotop lilin daun dari sedimen situs. Temuan ini menunjukkan, ketika manusia menjatuhkan peralatan batu mereka, wilayah tersebut merupakan hutan basah yang berhutan lebat, khas hutan hujan Afrika Barat yang lembab.
Zaman Batu Tengah
Profesor Mark Bateman, dari Fakultas Geografi dan Perencanaan Universitas Sheffield, menggunakan teknik penanggalan yang disebut Optically Stimulated Luminescence, untuk mengetahui usia terkuburnya butiran pasir dari delapan sampel di seluruh situs. Karyanya menunjukkan situs arkeologi tersebut telah ada sejak 12.000 tahun yang lalu hingga sekitar 150.000 tahun yang lalu. Hasil ini kemudian dikuatkan dengan penanggalan Resonansi Putar Elektron.
“Peralatan batu yang ditemukan di situs tersebut diperkirakan berasal dari Zaman Batu Tengah, sehingga usianya mungkin mencapai 500.000 tahun, atau bahkan lebih muda dari 10.000 tahun," jelas Profesor Bateman.
“Sebelum penelitian kami, bukti tertua yang aman mengenai adanya tempat tinggal di hutan hujan Afrika adalah sekitar 18.000 tahun yang lalu, dan bukti tertua mengenai adanya tempat tinggal di hutan hujan di mana pun berasal dari Asia Tenggara sekitar 70.000 tahun yang lalu,” jelas penulis utama penelitian ini, Dr. Eslem Ben Arous dari Pusat Nasional untuk Penelitian Evolusi Manusia (CENIEH).
“Hal ini mendorong mundurnya bukti tertua keberadaan manusia di hutan hujan sebanyak lebih dari dua kali lipat perkiraan sebelumnya.”