Arkeolog sedang melakukan tes DNA terhadap tulang-tulang ini.
Arkeolog membuat penemuan baru di gua Umm Jirsan, ladang lahar Harrat Khayar, Arab Saudi utara.
Komisi Warisan mengumumkan pada Senin, ahli arkeologi dan paleontologi dari lembaga tersebut, bekerja sama dengan Survei Geologi Saudi, Universitas King Saud, dan Max Planck Institute Jerman menemukan tumpukan tulang belulang di dalam gua tersebut. Penemuan ini akan segera diterbitkan dalam jurnal internasional Archaeological and Anthropological Sciences.
Berdasarkan penanggalan radiokarbon, gua Umm Jirsan ini berusia sekitar 7.000 tahun. Ditemukan puluhan ribu tulang hewan di dalamnya, yang hidup dari masa ke masa di dalam gua tersebut.
Advertisement
Dikutip dari Arkeonews, Senin (15/1), sebagian besar tulang tersebut terdiri dari tulang dubuk atau anjing hutan atau hyena, kuda, keledai ternak, keledai liar, unta liar maupun unta ternak, kambing, sapi, dan ibex atau kambing gunung.
Selain tulang hewan, ditemukan juga tengkorak manusia, yang kemungkinan dicuri dari makam prasejarah.
Saat ini, tulang-tulang tersebut sedang dites DNA. Penelitian terkait sejarah pastoralisme dan domestikasi atau ternak hewan di Semenanjung Arab juga sedang berlangsung.
Temuan ini salah satu dari serangkaian penemuan Komisi Warisan yang membuktikan bahwa Semenanjung Arabia pernah dihuni manusia ribuan tahun lalu, di samping pernah menjadi lokasi ternak hewan dan habitat hewan liar selama bertahun-tahun.