Strategi Tertibkan ODOL, Menhub Bakal Perbaiki Kesejahteraan Sopir Truk
Apabila masalah kesejahteraan bisa diselesaikan, Dudy optimis persoalan sebagian dari masalah ODOL dapat dibereskan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menilai perbaikan gaji atau kesejahteraan dari para sopir truk angkutan logistik jadi salah satu untuk mengatasi masalah truk berlebih muatan alias Over Dimension Over Load (ODOL).
Untuk itu, dia telah menugaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), guna merumuskan skema baru demi menjamin kesejahteraan sopir truk logistik.
"Kalau kami melihat, kurang lebih concern pengemudi adalah soal kesejahteraan. Saya telah meminta Dirjen Perhubungan Darat komunikasi ke Kemnaker, untuk mencari rumusan apa yang bisa diberikan kepada pengemudi, sehingga kesejahteraannya lebih terjamin," ujar Dudy dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis (14/8).
Apabila masalah kesejahteraan bisa diselesaikan, Dudy optimis persoalan sebagian dari masalah ODOL dapat dibereskan.
Di sisi lain, dia menilai penerbitan kendaraan ODOL tidak terlalu berdampak besar terhadap sektor ekonomi. Dalam konteks ini, dia menggunakan angka inflasi sebagai acuan.
"Dari beberapa kajian, memang selama ini yang disampaikan adalah inflasi. Tapi kalau dilihat dari beberapa kajian, inflasi sebenarnya tidak terlalu banyak," ujar dia.
Hitung Dampak dari ODOL
Hal senada sempat diutarakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan telah mengukur dan menghitung secara lebih detail terkait dampak yang ditimbulkan jika gerak-gerik ODOL terus dibiarkan.
"Yang jelas korban berjatuhan banyak yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Bukan hanya pengemudi truk ODOL tetapi juga masyarakat yang tidak berdosa, kerusakan jalan puluhan triliun (rupiah) harus dikeluarkan setiap tahunnya untuk memperbaiki jalan-jalan yang hancur dan rusak akibat kendaraan over kapasitas tadi," ujar AHY beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, AHY meneruskan, pemerintah juga telah menghitung apakah benar proses penertiban truk obesitas melalui program Zero ODOL bakal berdampak buruk terhadap ekonomi.
Tak Bikin Ekonomi Terlalu Merugi
Hasilnya ditemukan, bahwa penertiban ODOL tidak sampai menimbulkan kerugian terlalu besar di sektor ekonomi. Sehingga, AHY tak ingin motif ekonomi selalu dijadikan alasan untuk menindak truk berlebih muatan.
"Nah kita hitung, dan ternyata ada hasil yang baik. Nanti bisa dijelaskan pak Menhub. Yang jelas kami sudah mendapatkan sejumlah data bahwa ternyata tidak terlalu berpengaruh secara signifikan," tutur dia.
"Jadi ini mungkin hanya alasan agar kita tidak sukses menertibkan ODOL ini yang sudah belasan tahun terjadi," tegas AHY.