Rupiah Diproyeksikan Menguat di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
Sentimen positif pasar masih ditopang oleh meningkatnya optimisme terhadap peluang meredanya konflik di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup menguat pada perdagangan Jumat (8/5) di kisaran Rp 17.300-Rp 17.340 per dolar AS.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.300 - Rp 17.340," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi kepada media, Jumat (8/5).
Menurutnya, sentimen positif pasar masih ditopang oleh meningkatnya optimisme terhadap peluang meredanya konflik di Timur Tengah.
Adapun pada perdagangan Kamis sore (7/5) rupiah ditutup menguat 54 poin ke level Rp17.333 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp 17.387 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, mata uang rupiah bahkan sempat menguat hingga 60 poin sebelum akhirnya sedikit terkoreksi menjelang penutupan.
Faktor Pendorong Rupiah Menguat
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan penguatan rupiah didorong oleh optimisme pasar atas kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan tersebut muncul setelah Iran menyatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS yang diyakini dapat mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.
"Optimisme atas kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah. Namun, mereka mengurangi kerugian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "terlalu dini" untuk pembicaraan tatap muka dengan Teheran dan seorang anggota parlemen senior Iran mengatakan bahwa proposal AS lebih merupakan daftar keinginan daripada kenyataan," ujar dia.
Namun demikian, penguatan mata uang emerging market, termasuk rupiah, masih dibayangi ketidakpastian. Presiden AS Donald Trump menyebut masih “terlalu dini” untuk menggelar pembicaraan tatap muka dengan Teheran. Di sisi lain, seorang anggota parlemen senior Iran menilai proposal AS lebih menyerupai daftar keinginan dibandingkan solusi konkret.
Iran juga menyatakan akan segera memberikan respons resmi terhadap proposal tersebut. Sementara itu, laporan media AS Axios menyebut Washington menunggu jawaban Iran dalam 48 jam ke depan terkait sejumlah poin penting negosiasi. Sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan menyebut kedua pihak kini berada pada titik terdekat menuju kesepakatan sejak konflik dimulai.
Data Ketenagakerjaan AS
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data Klaim Pengangguran Awal AS serta pidato sejumlah pejabat Federal Reserve pada Kamis waktu setempat.
Selain itu, fokus utama investor tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS bulan April yang akan diumumkan Jumat malam, karena data tersebut dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
"Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok hari Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga," pungkasnya.