Realisasi Investasi Donggala 2025 Melonjak Tajam, Capai Rp888 Miliar Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Donggala mencatat realisasi investasi Donggala 2025 mencapai Rp888 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), melaporkan realisasi investasi yang mengesankan pada tahun 2025. Angka investasi di daerah tersebut berhasil menembus Rp888 miliar, menandai lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator kuat bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta upaya penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa investasi merupakan motor utama penggerak perekonomian dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Donggala. Pernyataan ini disampaikannya saat ditemui awak media di Banawa, Jumat, menyoroti peran vital sektor investasi. Peningkatan ini diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat menunjukkan bahwa sektor kelistrikan, gas, dan air menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi ini. Kontribusi dari sektor-sektor esensial tersebut mencapai nilai fantastis, yaitu Rp693 miliar, mengukuhkan posisinya sebagai pilar ekonomi utama di Donggala.
Peningkatan Investasi dan Kontribusi Sektor Unggulan
Realisasi investasi di Kabupaten Donggala pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang substansial, mencapai Rp888 miliar. Angka ini melonjak tajam dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp500 miliar. Kenaikan ini mencerminkan iklim investasi yang semakin kondusif dan menarik di daerah tersebut, berkat upaya pemerintah daerah dalam menarik investor.
Sektor kelistrikan, gas, dan air mendominasi portofolio investasi dengan sumbangan mencapai Rp693 miliar. Kontribusi besar ini sebagian besar berasal dari proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan sektor gas di Desa Dalaka dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue.
Selain sektor utama tersebut, beberapa sektor lain turut berkontribusi signifikan terhadap total investasi. Sektor pertambangan menyumbang Rp136 miliar, perdagangan Rp20 miliar, aktivitas pergudangan Rp9 miliar, jasa angkutan Rp8 miliar, serta pertanian dan perkebunan Rp6 miliar. Sektor perikanan dengan Rp3 miliar, real estate Rp4 miliar, dan konstruksi Rp2 miliar juga melengkapi daftar sektor yang mendukung pertumbuhan investasi di Donggala.
Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
Realisasi investasi yang tinggi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan angka ekonomi, tetapi juga secara langsung menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Secara keseluruhan, realisasi investasi tahun 2025 di Donggala telah berhasil menyerap 886 ribu tenaga kerja.
Penyerapan tenaga kerja yang masif ini menunjukkan kontribusi nyata investasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Donggala. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan investasi di berbagai sektor strategis pada tahun 2026.
Fokus pada pemerataan investasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah Donggala. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif.
Detail Investasi per Sektor
- Listrik, Gas, dan Air: Rp693 miliar
- Pertambangan: Rp136 miliar
- Perdagangan: Rp20 miliar
- Aktivitas Pergudangan: Rp9 miliar
- Jasa Angkutan: Rp8 miliar
- Pertanian dan Perkebunan: Rp6 miliar
- Real Estate: Rp4 miliar
- Perikanan: Rp3 miliar
- Konstruksi: Rp2 miliar
Sumber: AntaraNews