212 Perusahaan Investasi di Lebak, Serap 2.856 Tenaga Kerja
Investasi itu disebar di lima sektor terbesar yakni sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, gas, listrik, dan air.
Sebanyak 212 perusahaan PMDN dan PMA menanamkan investasi di Kabupaten Lebak, Banten, dan berhasil menyerap 2.856 tenaga kerja lokal.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Banten, Jumat, mengatakan perusahaan PMDN dan PMA yang menanamkan modalnya di daerah tersebut terhitung pada triwulan 1 2026 mencapai 212 perusahaan dengan 664 proyek, dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 2.856 orang.
Perusahaan yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak itu, menurut dia, bergerak di lima sektor terbesar yakni sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, dengan nilai investasi mencapai Rp155 miliar.
PMA Terbesar dari Singapura
Sedangkan untuk investasi di sektor gas, listrik dan air mencapai Rp126 miliar. Untuk sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp98 miliar, sementara untuk sektor hotel dan restoran mencapai Rp55 miliar dan sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatan mencapai Rp29 miliar.
Untuk investasi PMA terbesar, menurut Robertus, berasal dari negara Singapura sebesar Rp65 miliar, Tiongkok mencapai Rp30 miliar, Amerika Serikat mencapai Rp26 miliar, Korea Selatan sebesar Rp7 miliar, Malaysia mencapai Rp5 miliar dan Inggris sebesar Rp5 miliar.
"Kami berharap kedepannya banyak perusahaan PMDN dan PMA menanamkan modalnya di daerah ini, sehingga mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025," kata Robertus.
Daerah Tujuan Investasi
Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi nilai realisasi pada Triwulan 1 atau periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp580 miliar atau 206 persen dari target yang ditentukan Rp 282 miliar.
Total nilai investasi triwulan 1 mencapai Rp580 miliar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), yang diterima Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari perusahaan PMDN dan PMA.
Karena itu, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk menjadi daerah tujuan investasi, sehingga perlu mengoptimalkan promosi ke berbagai daerah guna percepat peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, ia mengatakan pihaknya berharap Kabupaten Lebak dibanjiri investor PMDN maupun PMA.
Selama ini, menurut dia, potensi kekayaan sumber daya alam (SDA) di daerah ini melimpah dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan , peternakan hingga pertambangan.
"Kami sudah menyediakan lahan untuk kawasan industri seluas 10 ribu hektare tersebar di 13 kecamatan dan terkoneksi dengan Jalan Tol Rangkasbitung -Serang," katanya menjelaskan.