Realisasi Investasi Kota Kediri Tembus Rp1,66 Triliun pada 2025, Sektor Ini Jadi Penopang Utama
Pemerintah Kota Kediri mencatat Realisasi Investasi Kota Kediri mencapai Rp1,66 triliun pada tahun 2025, didorong sektor transportasi, perdagangan, dan properti, menunjukkan pertumbuhan signifikan dan optimisme target 2026.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengumumkan pencapaian realisasi investasi yang mengesankan pada tahun 2025. Total nilai investasi yang masuk mencapai angka Rp1,66 triliun. Capaian ini berasal dari 23 sektor usaha berbeda yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, mengungkapkan data ini. Investasi tersebut melibatkan sebanyak 9.817 unit usaha. Ini menunjukkan geliat ekonomi yang kuat di Kota Kediri.
Kontribusi terbesar investasi berasal dari laporan kegiatan penanaman modal pelaku usaha. Nilainya mencapai Rp1,035 triliun, atau sekitar 62 persen dari total keseluruhan. Angka ini menandakan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Kediri.
Sektor Dominan Pendorong Investasi di Kota Kediri
Realisasi investasi di Kota Kediri pada tahun 2025 didominasi oleh beberapa sektor kunci yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi memimpin dengan kontribusi terbesar. Ini mencerminkan perkembangan infrastruktur dan konektivitas di wilayah tersebut.
Selanjutnya, sektor perdagangan dan reparasi menempati posisi kedua dalam daftar investasi. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran juga memberikan kontribusi besar. Disusul oleh jasa lainnya serta sektor hotel dan restoran yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi.
Edi Darmasto juga menekankan bahwa struktur investasi cukup seimbang dari sisi jumlah unit usaha. Keseimbangan ini terlihat antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan properti. Hal ini turut berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja.
Peningkatan Investasi dan Faktor Pendorong Utama
Realisasi investasi Kota Kediri pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tercatat sekitar 7,5 persen dibanding realisasi investasi tahun 2024. Pada tahun 2024, nilai investasi tercatat sebesar Rp1,54 triliun.
Beberapa faktor utama berkontribusi pada kenaikan investasi ini, terutama dari beberapa sektor. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mengalami kenaikan sebesar Rp187,5 miliar. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi juga naik sebesar Rp82,7 miliar.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung menjadi salah satu pendorong utama yang signifikan. Jalan tol ini memiliki akses penting ke Bandara Dhoho Kediri. Keberadaan usaha mikro kecil juga tetap berperan penting dalam jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja, dengan nilai Rp627,6 miliar.
Strategi Pemerintah Kota Kediri Menarik Investor
Pemerintah Kota Kediri menerapkan berbagai strategi komprehensif untuk mencapai target investasi yang ambisius. Salah satu fokus utamanya adalah penyederhanaan dan percepatan perizinan bagi para investor. Ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan efisien.
Selain itu, Pemkot Kediri juga memberikan pelayanan proaktif dan pendampingan khusus bagi investor. Mereka menyediakan data serta informasi peluang investasi yang akurat. Promosi dan kerjasama investasi juga terus digalakkan untuk menarik lebih banyak modal masuk.
Membangun iklim usaha yang kondusif menjadi prioritas, termasuk upaya mewujudkan zona integritas. Hal ini dilakukan dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pemerintah kota juga menjalankan enam kebijakan mutu sesuai standar ISO 9001-2015.
Target dan Optimisme Investasi Masa Depan
Dengan melihat capaian positif ini, Edi Darmasto menargetkan nilai investasi sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2026. Sektor prioritas yang akan menjadi fokus adalah MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Terutama yang terkait dengan program unggulan Wali Kota Kediri, yaitu Kediri City Tourism (D’CITO).
Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi juga tetap menjadi fokus utama dalam target investasi 2026. Sektor perdagangan juga diproyeksikan akan terus memberikan kontribusi signifikan. Edi Darmasto menyatakan optimisme tinggi bahwa target investasi Kota Kediri tahun 2026 dapat tercapai.
Sumber: AntaraNews