Realisasi Investasi Medan 2025 Capai Rp14,599 Triliun, Lampaui Target 200 Persen

Pemerintah Kota Medan mencatat realisasi investasi Medan 2025 mencapai Rp14,599 triliun, melampaui target hingga 200 persen. Simak faktor pendorong dan sektor dominan yang berkontribusi pada capaian ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Realisasi Investasi Medan 2025 Capai Rp14,599 Triliun, Lampaui Target 200 Persen
Pemerintah Kota Medan mencatat realisasi investasi Medan 2025 mencapai Rp14,599 triliun, melampaui target hingga 200 persen. Simak faktor pendorong dan sektor dominan yang berkontribusi pada capaian ini. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Medan mengumumkan capaian signifikan dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Total investasi yang masuk berhasil menembus angka Rp14,599 triliun. Angka ini jauh melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Capaian luar biasa ini tercatat di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas dan Wakil Wali Kota Zakyuddin Harahap. Realisasi investasi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif di ibu kota Sumatera Utara.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wan Azmi, realisasi ini mencapai 200 persen dari target awal Rp7,635 triliun. Ini menandakan kepercayaan investor yang tinggi terhadap potensi Kota Medan.

Investasi yang masuk ke Kota Medan didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMDN tercatat menyumbang 54,8 persen dari total realisasi investasi sepanjang tahun 2025. Kontribusi signifikan ini menunjukkan kekuatan ekonomi lokal.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) juga memberikan kontribusi yang substansial. PMA menyumbang 45,2 persen dari keseluruhan realisasi investasi tersebut. Keseimbangan antara PMDN dan PMA menciptakan fondasi ekonomi yang kokoh.

Sebaran investasi menunjukkan dominasi yang jelas dari sektor tersier atau jasa. Sektor ini berkontribusi sebesar 81,9 persen terhadap total investasi. Disusul oleh sektor sekunder yang menyumbang 17,77 persen.

Sektor jasa yang paling banyak menyerap investasi meliputi transportasi, gudang, telekomunikasi, perumahan, kawasan industri, perkantoran, perdagangan, reparasi, serta hotel dan restoran. Diversifikasi ini menunjukkan potensi luas Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan secara aktif menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan iklim investasi. Salah satu fokus utamanya adalah menyederhanakan proses perizinan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah para investor dalam memulai dan mengembangkan usahanya.

Selain itu, upaya peningkatan kepastian berusaha juga menjadi prioritas utama. Kemudahan layanan perizinan, digitalisasi sistem, dan kepastian regulasi menjadi faktor krusial. Faktor-faktor ini secara signifikan mendorong peningkatan investasi.

Wan Azmi menjelaskan bahwa investasi Kota Medan mengalami penyesuaian pada triwulan I hingga triwulan II. Namun, investasi mulai meningkat signifikan memasuki triwulan III hingga IV. Peningkatan ini terjadi menjelang akhir tahun 2025.

Meskipun telah mencapai angka yang impresif, Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya. Mereka akan terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan investasi. Tujuannya adalah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Capaian realisasi investasi sebesar Rp14,599 triliun bukan sekadar angka statistik semata. Angka ini menjadi indikator penting. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas ekonomi.

Selain itu, capaian ini juga mencerminkan arah pembangunan Kota Medan yang jelas. Kepercayaan investor merupakan cerminan dari lingkungan bisnis yang kondusif. Lingkungan ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang pro-investasi.

Wan Azmi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk menjaga momentum positif ini. “Kami akan terus menjaga momentum ini dengan memastikan proses investasi semakin mudah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan fokus pada keberlanjutan dan dampak sosial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi