Bupati HSU Tekankan Pentingnya Peran Sarjana NU dalam Membangun Daerah dan Dakwah
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Sahrujani mendorong Peran Sarjana NU melalui ISNU untuk aktif membangun daerah, mencerdaskan masyarakat, serta memperkuat dakwah di tengah tantangan teknologi.
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Sahrujani baru-baru ini menyerukan kepada para sarjana Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Amuntai, Kalimantan Selatan, yang menekankan pentingnya kolaborasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sahrujani secara khusus meminta ISNU untuk turut serta dalam upaya mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan dan dakwah. Hal ini ditekankan sebagai bagian integral dari pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang luhur.
Pernyataan visioner tersebut disampaikan pada acara Dialog Pemuda dan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten HSU. Acara penting ini diselenggarakan di Aula BPKAD HSU, Amuntai, pada Minggu, menandai komitmen ISNU dalam berkontribusi.
ISNU sebagai Jembatan Ilmu dan Nilai Keislaman
Bupati Sahrujani menegaskan bahwa Kabupaten HSU, sebagai daerah yang dikenal religius, sangat membutuhkan kehadiran organisasi seperti ISNU. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang pengabdian bagi para sarjana NU untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam aspek spiritual dan intelektual.
ISNU diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh, serta memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks. Peran Sarjana NU sangat krusial dalam menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat.
Selain kecerdasan intelektual, Bupati juga menekankan pentingnya pembangunan moral yang kuat dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Generasi muda juga harus tetap menjaga identitas kebangsaan di tengah berbagai pengaruh globalisasi yang dapat mengikis jati diri.
Melalui penguatan pendidikan dan dakwah, ISNU diharapkan mampu membentuk karakter bangsa yang berintegritas. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang holistik dan berkelanjutan.
Adaptasi Teknologi dan Kontribusi Nyata Sarjana NU
Tema dialog yang diangkat dalam acara tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama terkait pesatnya perkembangan teknologi digital. Teknologi ini membawa banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan signifikan bagi generasi muda dalam menghadapi arus informasi.
Ketua PC ISNU Kabupaten HSU turut mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan ISNU sebagai wadah kolaborasi yang efektif. Kolaborasi ini melibatkan para sarjana dan profesional Nahdlatul Ulama untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat, khususnya dalam memanfaatkan peluang digital.
Secara khusus, Ketua PC ISNU menyoroti pentingnya menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat dengan sikap proaktif. Peran Sarjana NU dituntut untuk mampu beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan agar tidak tertinggal.
Pemanfaatan teknologi harus dioptimalkan untuk kemajuan pendidikan, dakwah, dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, ISNU dapat menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan zaman dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Sumber: AntaraNews