Pemerintah Ingin Kirim 10.000 Pekerja RI ke Jepang, Kerja di Sektor Konstruksi dan Hotel
Kebutuhan total Jepang untuk tenaga kerja mencapai sekitar 630.000 orang.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding tengah berupaya untuk menambah jumlah pekerja migran terampil asal Indonesia yang bekerja di Jepang.
Menurut catatannya, kebutuhan total Jepang untuk tenaga kerja mencapai sekitar 630.000 orang. Di sisi lain, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) baru sekitar 10.181 orang.
Karding mengatakan, Indonesia punya peluang besar untuk menambah ekspor tenaga kerja ke Jepang. Lantaran Indonesia tengah mengalami bonus demografi, sementara Jepang kekurangan jumlah pekerja yang semakin menua.
Untuk itu, dia berencana menyambangi Negeri Matahari Terbit dalam waktu dekat, untuk memetakan lapangan kerja apa saja yang tersedia di Jepang bagi para pekerja terampil Indonesia.
"Peluangnya besar. Saya juga minggu depan ini mau ke Jepang untuk ketemu langsung dengan perusahan dan pemerintah provinsi. Ada 6 provinsi untuk saya temui untuk buka (peluang lapangan kerja)," ujar Karding di Fairmont Jakarta, Rabu (13/8).
Meskipun begitu, dia menyoroti kontribusi pekerja migran Indonesia masih kalah banyak dari Vietnam, dengan porsi 12 persen dibanding 59 persen.
Target Tambah Minimal 10.000 Pekerja
Ke depan, Karding target agar jumlah tenaga kerja terampil Indonesia ke Jepang porsinya bisa bertambah. Untuk tahap awal, dia menyasar adanya tambahan sekitar 8 persen.
"Tahap awal kalau bisa 20 persen oke lah. Karena kan begini, problemnya adalah bahasa, butuh waktu, jadi tidak boleh cepat," ungkap dia.
Menurut estimasinya, Indonesia bisa menambah alokasi PMI lewat program SSW minimal 10 ribu orang. "Iya, minimal lah. Itu kita ambil yang paling minimal aja. Kalau bisa sih lebih besar dari itu," ucapnya.
Potensi Lapangan Kerja di Jepang
Lebih lanjut, Karding turut memaparkan potensi lapangan kerja di Jepang bagi para pekerja Indonesia. Dia lantas menyebut beberapa sektor yang banyak diisi oleh TKI.
Beberapa di antaranya, semisal di sektor konstruksi, teknik, kesehatan, peternakan, manufaktur, industri perhotelan, hingga operator komputer.
"Bahkan Jepang sekarang butuh misalnya tenaga keamanan, security. Banyak. Sopir, mereka butuh banyak. Sebanyak 30 persen mereka penduduknya di atas 60 tahun," pungkas Karding.