Nasib Pilu TKI Seni, Disiksa dan Tak Digaji Majikan di Malaysia Kini Menanti Pulang Usai 20 Tahun Hilang

Seni hanya sesekali mengabarkan bila dirinya bekerja tak digaji, bahkan sering dianiaya majikannya.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Nasib Pilu TKI Seni, Disiksa dan Tak Digaji Majikan di Malaysia Kini Menanti Pulang Usai 20 Tahun Hilang
Nasib Pilu TKI Seni, Disiksa dan Tak Digaji Majikan di Malaysia Kini Menanti Pulang Usai 20 Tahun Hilang (Merdeka.com)

Dikabarkan hilang selama 20 tahun di Malaysia, Seni seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) warga Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Pemprov Jateng terus mengupayakan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia supaya pemulangan Seni ke kampung halamannya dipercepat.

"Saya sudah komunikasi dan koordinasi dengan Dubes. Saya cek pendampingan hukum sudah diberikan untuk Bu Seni. Sekarang dalam perlindungan Kedutaan termasuk kesehatannya," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (26/11).

Dia meminta keluarga untuk tenang. Menurut Luthfi, Seni saat ini dalam kondisi aman, sehat dan pengawasan kedutaan.

"Kita akan mengupayakan pemulangannya secara cepat, berikut berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” ujar Seni.

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Malaysia, Indra Hermono mengatakan, Seni saat ini masih dalam pemeriksaan Kepolisian Diraja Malaysia. Proses hukum penyidikannya masih berlangsung.

"Saya pastikan Bu Seni kondisinya sehat dan aman. Hanya saja, proses hukum penyidikan Polisi Malaysia ini harus dilalui, sehingga pihak keluarga dimohon bersabar,” kata Indra.

Kabar ditemukannya Seni ini mendatangkan kebahagiaan dari pihak keluarga. Riki Alfian, anak dari Seni, meyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Pemprov Jawa Tengah yang sudah bertindak cepat mengecek kondisi kesehatan dan keamanan ibunya, termasuk membantu upaya pemulangannya ke kampung halaman.

"Saya terima kasih kepada seluruh pihak, pemerintah, Kedutaan Besar, Pak Gubernur Ahmad Luthfi, dan Pak Bupati Temanggung, yang saat ini ibu saya diketahui dalam kondisi selamat, sehat dan aman, termasuk langkah upaya memulangkan ibu saya,” kata Riki di rumahnya.

Sebagai informasi, Seni diketahui meninggalkan kampung halamannya Dusun Letih Desa Mergowati Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, untuk menjadi TKI di Malaysia pada 2004. Saat itu anaknya Riki masih berusia 3,5 tahun.

Setelah enam bulan di Malaysia, komunikasi Seni dengan keluarga terputus. Seni hanya sesekali mengabarkan bila dirinya bekerja tak digaji, bahkan sering dianiaya majikannya.

Hingga akhirnya, sekitar dua pekan lalu kepolisian mengungkap adanya kasus perdagangan orang. Salah satu korbannya adalah Seni.

Rekomendasi