Cerita Ribut Uripah, Hilang 19 Tahun Kerja di Malaysia Tak Dibayar Pilih Bertahan di Hutan Kerja Serabutan
Oleh agensi tersebut Ribut Uripah kemudian memutuskan untuk berangkat ke Malaysia tahun 2006.
Hilangnya Ribut Uripah warga Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang selama 19 tahun di Malaysia dan ditemukan di hutan akhirnya terungkap. Dari perjalanan niat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) tidak dibayar hingga ditemukan di hutan Malaysia.
"Dulu saya ke Malaysia karena di sini tidak ada pekerjaan. Posisinya saya punya anak kecil, akhirnya ditawari ke Malaysia," kata Ribut Uripah.
Oleh agensi tersebut Ribut Uripah kemudian memutuskan untuk berangkat ke Malaysia tahun 2006. Di sana dia bekerja dengan majikannya selama 12 bulan tidak dibayar, dan susah keluar rumah.
"Akhirnya saya bisa keluar lewat pintu kedai, dulu kan majikan punya kedai," ujarnya.
Usai kabur, dia tidak berusaha pulang ke Indonesia melainkan mencari pekerjaan yang menghasilkan.Hingga akhirnya dia bertemu dengan sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) lainnya di wilayah Hutan Malaysia yang dekat dengan semacam perkebunan. Di situlah, dia mendapat pekerjaan serabutan dan dibayar harian.
"Kerjanya macam-macam, kadang membersihkan rumput, atau mengumpulkan sampah, kalau sudah terkumpul, nanti dibuang ke tempat sampah dekat office. Berpindah-pindah, tergantung yang bayar. Saya dibayar 45 ringgit per hari," jelasnya.
Ribut bercerita tidak bekerja sendirian, tetapi ada beberapa TKI lain dalam satu kawasan hutan tapi tinggal terpisah-pisah. Dirinya pun membangun gubuk kayu sebagai tempat tinggalnya.
"Masaknya di depan (gubuk) yang divideo ada tumpukan kayu itu. Masak sayur, ikan, biasa. Kalau yang lain ada yang suami istri, ada yang dari Lampung, dari Medan," ujarnya.
Tak Punya Alat Komunikasi
Niat sederhana untuk bekerja, selama tinggal di Hutan, dia memang tidak punya alat komunikasi. Sebab, Ribut Uripah mengakui bahwa dirinya tidak punya dokumen resmi selama tinggal di sana.
Hal itulah yang membuat dirinya sempat takut bila berurusan dengan polisi Malaysia. Akhirnya Ribut memilih menjalani sebagai pekerja serabutan harian di Malaysia, tanpa membawa alat komunikasi apapun.
Hingga akhirnya, video dirinya viral dan mendapat perhatian dari sejumlah tokoh termasuk anggota DPR RI asal Kabupaten Batang Yoyok Riyo Sudibyo yang membantu kepulangannya ke Batang bertemu anak. Proses kepulangannya pun berlangsung cukup cepat. Sebelum pulang, selama dua minggu tinggal di KBRI Kuala Lumpur.
Kemudian dijemput keluarga di Jakarta bersama anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo pada Jumat 21 Maret 2025 pagi sekitar pukul 08.00 wib. Di Jakarta, Ribut meluapkan rasa rindu dengan saudara kandungnya Tamat, Sami'an dan anaknya Istiannah.
"Iya nangis tadi pas ketemu. Anak saya juga sudah besar," jelasnya.
Hingga akhirnya, dirinya diantar pulang dengan mobil dan sampai rumahnya pukul 16.00. "Tadi banyak polisi juga, takut saya," katanya lalu tertawa.
Sesampainya di rumah, Ribut ingin istirahat dulu dan berkumpul dengan keluarga. Adapun yang membuatnya bersyukur adalah bisa pulang sebelum Lebaran. Sehingga, dia bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga besarnya.
"Rencanaya saya mau merayakan Idul Fitri bersama keluarga, istirahat dulu,"pungkasnya.