Pelebaran Jalan Mahoni Mataram Segera Dimulai, Dukung Ekonomi dan Mobilitas Warga
Pemerintah Provinsi NTB segera memulai proyek **pelebaran Jalan Mahoni Mataram** sepanjang 150 meter, bertujuan meningkatkan fasilitas umum, mobilitas, dan pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan segera melaksanakan proyek pelebaran Jalan Mahoni di Kota Mataram. Proyek ini direncanakan sepanjang 150 meter dan bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi, melancarkan mobilitas, serta meningkatkan fasilitas umum di kawasan tersebut menjadi lebih baik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengonfirmasi bahwa penanganan pelebaran jalan ini sepenuhnya akan dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi NTB. Anggaran untuk proyek ini kemungkinan besar akan dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi NTB tahun 2026.
Pelebaran Jalan Mahoni ini akan dimulai dari samping Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Mataram ke arah timur, hingga sekitar tikungan bagian timur. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengatasi kondisi jalan yang sempit, padahal banyak dilalui dan menjadi akses penting bagi sejumlah kantor lembaga negara.
Detail Proyek Pelebaran Jalan Mahoni
Proyek pelebaran Jalan Mahoni ini akan mencakup ruas jalan sepanjang sekitar 150 meter di Kota Mataram. Area yang akan dilebarkan membentang dari samping Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram hingga tikungan di sisi timur. Penanganan proyek ini sepenuhnya berada di bawah kendali Dinas PUPR Provinsi NTB, termasuk dalam hal desain dan pembiayaan.
Desain pelebaran jalan telah disusun oleh Dinas PUPR Provinsi NTB, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek ini. Setelah proyek selesai, pemeliharaan jalan akan diserahkan kepada Dinas PUPR Kota Mataram. Hal ini menunjukkan adanya pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah provinsi dan kota dalam pengelolaan infrastruktur.
Koordinasi antara Dinas PUPR Provinsi NTB dan Dinas PUPR Kota Mataram terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Dinas PUPR Kota Mataram juga telah memberikan masukan, salah satunya adalah agar tidak membuat penahan tanah yang menjorok ke Kali Ning. Hal ini penting untuk mencegah hambatan aliran air saat musim hujan dan menjaga lebar kali.
Urgensi dan Dampak Pelebaran Jalan
Pelebaran Jalan Mahoni sangat mendesak mengingat kondisi jalan yang saat ini sempit namun memiliki volume lalu lintas yang tinggi. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak kantor lembaga negara, seperti Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), yang menjadikan akses ini vital. Selain itu, Jalan Mahoni juga berada di belakang Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram dan di samping SMAN 5 Mataram, sehingga banyak dilalui oleh masyarakat.
Kondisi jalan yang sempit seringkali menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran mobilitas. Potensi pelebaran sangat dimungkinkan karena adanya bantaran kali yang cukup luas di kawasan tersebut, yang saat ini digunakan sebagai lahan parkir. Areal parkir ini kemungkinan akan dialihkan untuk mengakomodasi pelebaran jalan.
Konsep yang disiapkan oleh Dinas PUPR Provinsi NTB menyebutkan bahwa kegiatan pelebaran ini akan mengubah tampilan kawasan sekitar. Pohon-pohon yang berada di pinggir sungai akan ditebang untuk memberikan ruang bagi perluasan jalan. Dengan demikian, akses Jalan Mahoni akan menjadi lebih lebar dan mampu menampung volume kendaraan yang lebih banyak, meningkatkan efisiensi transportasi di Kota Mataram.
Anggaran dan Koordinasi Antar Instansi
Anggaran untuk proyek pelebaran Jalan Mahoni sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB. Sumber dana kemungkinan besar berasal dari APBD Perubahan Provinsi NTB tahun 2026. Keterlibatan pemerintah provinsi dalam pembiayaan menunjukkan skala prioritas proyek ini untuk pembangunan infrastruktur daerah.
Meskipun proyek ini ditangani oleh provinsi, Dinas PUPR Kota Mataram tetap dilibatkan dalam proses koordinasi. Hal ini penting mengingat lokasi jalan berada di wilayah Kota Mataram. Peran Dinas PUPR Kota Mataram adalah memberikan masukan dan urun pendapat selama tahap perencanaan dan pelaksanaan.
Setelah proyek pelebaran Jalan Mahoni selesai, tanggung jawab pemeliharaan akan diserahkan kepada Dinas PUPR Kota Mataram. Mekanisme ini memastikan keberlanjutan perawatan infrastruktur dan sinergi antara pemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Mataram.
Sumber: AntaraNews