Dinas Perinkop UKM Mataram Gencarkan Pelatihan Kerja untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperinkop UKM) Mataram terus menggalakkan program Pelatihan Kerja Mataram bagi pengangguran. Inisiatif ini bertujuan mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di Kota Mataram dan memberdayakan masyarakat.
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan kerja. Program ini ditujukan khusus bagi warga pengangguran di wilayah tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah kota untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menjelaskan bahwa beberapa jenis pelatihan telah sukses dilaksanakan. Pelatihan tersebut meliputi merajut, menjahit, pembuatan kue, sablon, hingga pertukangan logam. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberdayakan masyarakat.
Untuk pekan mendatang, Disperinkop UKM Mataram juga akan mengadakan pelatihan las. Program ini dirancang untuk mengembangkan industri las di tengah masyarakat. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi pesertanya.
Prioritas Peserta dan Verifikasi Data Pelatihan Kerja Mataram
Dalam setiap kegiatan pelatihan, peserta diprioritaskan bagi warga Kota Mataram yang belum bekerja atau berstatus pengangguran. Kriteria utama lainnya adalah mereka yang masuk dalam data tunggal sosial ekonomi (DTSEN) desil 1-5. Penentuan prioritas ini memastikan bantuan tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Proses verifikasi data peserta dilakukan secara ketat melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap peserta memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Akurasi data menjadi kunci keberhasilan program ini.
Pelatihan las yang akan datang direncanakan diikuti oleh sekitar 30 hingga 40 peserta. Program ini dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat yang ingin memperdalam teknik pengelasan dengan berbagai model. Peluang kerja di sektor ini dinilai sangat terbuka lebar.
Dukungan Pasca-Pelatihan dan Inovasi Disperinkop UKM Mataram
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan menerima bantuan peralatan yang relevan dengan keterampilan yang telah mereka peroleh. Bantuan ini mencakup peralatan menjahit, merajut, membuat kue, dan lainnya. Pemberian alat ini bertujuan mendukung peserta agar dapat segera memulai usaha mandiri.
Tim Disperinkop UKM juga akan memberikan pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan. Pendampingan ini krusial agar peserta mampu membuka lapangan kerja secara mandiri. Tujuannya adalah membantu mereka keluar dari jerat kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.
Selain pelatihan teknis, Disperinkop UKM Mataram juga memberikan perhatian pada sektor kreatif dan informal. Salah satu program inovatif yang telah dilaksanakan adalah pembuatan sepatu dengan motif batik Mataram atau tenun. Inisiatif ini menggabungkan tradisi lokal dengan potensi ekonomi.
Menariknya, Dinas merangkul para perajin sol sepatu pinggir jalan untuk ikut serta dalam pelatihan pembuatan sepatu ini. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai jual produk mereka dan secara langsung membantu ekonomi keluarga. Program ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pemberdayaan masyarakat.
Sumber Anggaran dan Harapan Kesejahteraan Masyarakat Mataram
Kepala Dinas Jemmy Nelwan menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan kerja ini didanai dari berbagai sumber. Sumber anggaran tersebut meliputi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dana rutin, serta dana Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Kota Mataram. Diversifikasi sumber dana ini menunjukkan dukungan multi-pihak terhadap program.
Dengan adanya berbagai pelatihan ini, Disperinkop UKM Mataram memiliki harapan besar. Para ibu rumah tangga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan suami mereka. Selain itu, para pemuda yang belum bekerja diharapkan memiliki bekal keterampilan untuk berwirausaha secara mandiri.
Pada akhirnya, seluruh program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram secara keseluruhan. Pemberdayaan melalui keterampilan dan kewirausahaan menjadi fondasi utama. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian ekonomi.
Sumber: AntaraNews