Pemprov Kalbar Genjot Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sintang, Dorong Ekonomi Merata
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serius menggarap percepatan pembangunan infrastruktur Sintang, khususnya jalan dan jembatan, demi pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemerataan pembangunan. Upaya ini difokuskan pada pembenahan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang. Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan memimpin langsung inisiatif ini untuk memastikan progres yang signifikan.
Percepatan pembangunan infrastruktur ini dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa di seluruh wilayah. Harapannya, hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, terutama di daerah pedalaman.
Salah satu fokus utama dalam program ini adalah ruas jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai yang membentang lebih dari 100 kilometer. Jalur ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Peningkatan akses ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di daerah pedalaman Kabupaten Sintang.
Fokus Pemprov Kalbar pada Infrastruktur Prioritas
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memahami betul bahwa infrastruktur merupakan tulang punggung perekonomian. Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, adalah kunci utama. Hal ini untuk memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa serta mendukung mobilitas warga di seluruh pelosok Kalbar.
Ruas jalan Nanga Mau–Tebidah–Serawai menjadi salah satu prioritas utama dalam program percepatan ini. Jalur sepanjang lebih dari 100 kilometer ini dipilih karena dinilai vital. Perbaikan akses di ruas ini diharapkan mampu membuka isolasi wilayah dan meningkatkan konektivitas antardesa serta kecamatan.
Kebijakan pembangunan ini merupakan bagian integral dari komitmen Pemprov Kalbar untuk mewujudkan pemerataan. Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Dampak Positif Pembangunan bagi Sintang
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemprov Kalbar terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, perbaikan akses jalan akan membawa dampak positif yang sangat besar. Hal ini terutama pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Perbaikan infrastruktur jalan akan secara langsung memperlancar distribusi hasil pertanian dari Sintang. Petani dapat lebih mudah memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Ini akan berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani.
Selain itu, konektivitas yang lebih baik juga akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan dasar. Layanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat Sintang diharapkan dapat meningkat secara menyeluruh.
Evaluasi dan Komitmen Berkelanjutan
Gubernur Ria Norsan secara langsung meninjau kondisi di lapangan untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan riil masyarakat. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Peninjauan langsung ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas Pemprov Kalbar dalam mengelola anggaran pembangunan. Setiap program yang dijalankan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan efektivitas dan efisiensi proyek.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur ini, Pemprov Kalbar optimistis akan terwujudnya konektivitas antarwilayah yang semakin baik. Harapannya, hal ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah. Termasuk di daerah pedalaman Kabupaten Sintang, sehingga tidak ada lagi daerah yang tertinggal.
Sumber: AntaraNews