Gubernur Sulsel Perkuat Penguatan Infrastruktur Pinrang, Dorong Ekonomi Lokal
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya dalam Penguatan Infrastruktur Pinrang, meliputi jalan dan irigasi, guna mendongkrak perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menunjukkan komitmen kuatnya untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Pinrang. Fokus utamanya adalah Penguatan Infrastruktur Pinrang, khususnya pada sektor jalan dan irigasi. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai program strategis, Pemerintah Provinsi Sulsel terus mendukung kemajuan Pinrang. Ini termasuk alokasi anggaran besar untuk proyek multiyears yang menyasar perbaikan infrastruktur vital. Pembangunan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi untuk hasil yang maksimal.
Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Gubernur berharap Pinrang dapat terus tumbuh dan berkembang dengan tetap menjaga identitas budayanya. Komitmen ini disampaikan saat menghadiri Hari Jadi Kabupaten Pinrang ke-66 Tahun.
Peningkatan Aksesibilitas Melalui Penguatan Infrastruktur Jalan
Salah satu pilar utama Penguatan Infrastruktur Pinrang adalah peningkatan kualitas jalan. Pemprov Sulsel mengalokasikan dana sebesar Rp70,78 miliar untuk program Multiyears Project (MYP) 2025-2027. Anggaran ini difokuskan pada penanganan tiga ruas jalan kewenangan provinsi di Pinrang.
Peningkatan aksesibilitas jalan sangat krusial bagi mobilitas barang dan jasa. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk lokal lainnya ke pasar. Hal ini secara langsung akan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk Pinrang.
Dampak positif dari perbaikan jalan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Selain itu, jalan yang mulus juga akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Progres pengerjaan pada paket tersebut telah mencapai 57 persen, dengan tahap pengaspalan lapis kedua, pengecoran bahu jalan, serta pembangunan talud di sejumlah titik sedang berlangsung.
Rehabilitasi Irigasi untuk Swasembada Pangan Pinrang
Selain jalan, sektor irigasi juga menjadi prioritas dalam upaya Penguatan Infrastruktur Pinrang. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp6,5 miliar untuk program MYP Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI). Proyek ini mencakup DI Taccipi dan DI Kalosi.
Rehabilitasi jaringan irigasi memiliki peran vital dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan sistem irigasi yang mantap, pasokan air ke lahan pertanian akan lebih terjamin. Ini akan berdampak pada peningkatan hasil panen dan pada akhirnya mendukung terwujudnya swasembada pangan di Pinrang dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulsel untuk memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi. Petani akan merasakan langsung manfaatnya melalui peningkatan efisiensi penggunaan air dan hasil panen yang lebih optimal, memastikan ketahanan pangan daerah.
Alokasi Anggaran dan Kearifan Lokal dalam Pembangunan
Dukungan finansial Pemprov Sulsel untuk Pinrang tidak berhenti pada proyek multiyears. Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Sulsel juga mengucurkan bantuan keuangan sebesar Rp5 miliar untuk Kabupaten Pinrang. Dana ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan program yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Alokasi anggaran ini menunjukkan perhatian pemerintah provinsi terhadap pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur dasar, akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. “Kami berharap Kabupaten Pinrang semakin tumbuh, dan paling penting terus mengedepankan nilai Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi’ demi mewujudkan Sulawesi Selatan maju dan berkarakter,” ujarnya. Nilai-nilai ini, yang berarti saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling menghargai, diharapkan menjadi landasan dalam setiap aspek pembangunan.
Sumber: AntaraNews