OJK Sumut Gencarkan Literasi Keuangan di Daerah 3T, Lindungi Generasi Muda dari Kejahatan Digital
OJK Sumut terus memperkuat Literasi Keuangan di sektor pendidikan, khususnya daerah 3T, untuk membekali generasi muda agar terhindar dari ancaman kejahatan digital dan investasi ilegal.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara (Sumut) secara konsisten memperkuat literasi keuangan kepada sektor pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di provinsi tersebut. Fokus ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman finansial yang memadai.
Kepala Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menyatakan bahwa pada tahun ini, pihaknya tetap memfokuskan program literasi keuangan di daerah 3T. Sasaran utamanya adalah sektor pendidikan seperti sekolah menengah atas (SMA) maupun pondok pesantren yang berada di wilayah tersebut.
Penguatan literasi keuangan ini sangat diperlukan agar generasi muda terhindar dari berbagai tindakan kriminal di ruang digital. Hal ini seiring dengan semakin meluasnya akses internet ke daerah-daerah 3T, yang juga membawa risiko kejahatan siber seperti investasi ilegal, scamming, dan pinjaman daring ilegal.
Meningkatkan Pemahaman Finansial di Wilayah 3T
OJK Sumut memprioritaskan daerah 3T karena masyarakat di wilayah ini cenderung lebih rentan menjadi korban kejahatan finansial. Modus investasi ilegal dan penipuan daring masih marak terjadi, sehingga diperlukan edukasi yang masif.
Generasi muda di daerah 3T menjadi sasaran utama program ini, mengingat mereka adalah kelompok yang aktif berinteraksi dengan teknologi. Pembekalan pengetahuan ini diharapkan dapat membuat mereka lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan berhati-hati di ruang digital.
Peningkatan akses internet di daerah terpencil memang membawa banyak manfaat, namun juga membuka celah bagi praktik penipuan. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat mudah terjerat berbagai modus kejahatan online yang merugikan.
Strategi Komprehensif OJK Sumut dalam Edukasi
Khoirul Muttaqien menjelaskan bahwa fokus pada sektor pendidikan adalah strategi yang sangat efektif. Melalui sekolah dan pesantren, OJK dapat menjangkau banyak generasi muda secara langsung dan berkelanjutan.
Salah satu wilayah yang telah merasakan manfaat dari kegiatan literasi keuangan ini adalah Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan. OJK Sumut berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ke daerah 3T lain yang belum tersentuh.
Selain pelajar, program literasi keuangan OJK Sumut juga menyasar kelompok masyarakat lain yang membutuhkan. Ini termasuk para penyandang disabilitas, guru, serta masyarakat umum, guna mendorong transformasi ekonomi di wilayah tersebut.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman individu, tetapi juga berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah. Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu komponen penting yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat.
Capaian dan Dampak Positif Literasi Keuangan
OJK Sumut mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program literasi keuangan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 1.289 kegiatan telah dilaksanakan di berbagai sektor dan kelompok masyarakat.
Rincian kegiatan tersebut meliputi 493 acara yang diselenggarakan di sekolah dan universitas, 22 kegiatan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta empat kegiatan yang ditujukan bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, terdapat 770 kegiatan literasi lainnya yang menjangkau masyarakat umum di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Total peserta yang telah mengikuti program ini mencapai 155.930 orang.
Peningkatan literasi keuangan ini merupakan indikator penting dalam pembangunan daerah, karena memberikan kontribusi positif terhadap sejumlah indikator ekonomi. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, pengurangan ketimpangan pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews