OJK Gencarkan Edukasi Keuangan, Jangkau 9,93 Juta Peserta Sepanjang 2025
Sepanjang tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menjangkau lebih dari 9,93 juta peserta melalui berbagai program edukasi keuangan, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat sepanjang tahun 2025. Kegiatan edukasi yang masif ini berhasil menjangkau jutaan masyarakat di seluruh Indonesia, menegaskan peran OJK dalam membangun pemahaman finansial yang lebih baik.
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan ribuan kegiatan edukasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 9,93 juta peserta telah mengikuti 6.548 kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan OJK dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Angka ini mencerminkan jangkauan luas dan dampak positif program-program OJK terhadap kesadaran finansial masyarakat.
Platform Digital Perluas Akses Edukasi Keuangan OJK 2025
OJK memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. Platform digital Sikapi Uangmu menjadi saluran komunikasi utama yang menyediakan konten edukasi melalui minisite dan aplikasi.
Sepanjang tahun 2025, Sikapi Uangmu telah menerbitkan 340 konten edukasi yang berhasil menarik 3.471.622 viewers. Selain itu, Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) mencatat 43.635 pengguna dengan total 30.395 akses modul, serta menerbitkan 18.249 sertifikat kelulusan. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan digital dalam menyebarkan informasi keuangan.
GENCARKAN: Gerakan Nasional Cerdas Keuangan OJK
Implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) menjadi tulang punggung upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan. Program ini dilaksanakan secara intensif di seluruh pelosok Indonesia, menjangkau hampir seluruh wilayah kabupaten/kota.
Dari Januari hingga 31 Desember 2025, OJK menyelenggarakan 58.637 program GENCARKAN di seluruh Indonesia. Kegiatan ini terbagi menjadi 37.203 edukasi keuangan langsung dan 21.434 konten edukasi keuangan digital. Program GENCARKAN berhasil menjangkau 98,05 persen kabupaten/kota di Indonesia, menunjukkan komitmen OJK untuk pemerataan akses informasi finansial.
Kolaborasi Strategis untuk Inklusi Keuangan
OJK tidak bekerja sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Berbagai kolaborasi strategis dijalin dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah. Penguatan program inklusi keuangan didukung oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kerja sama juga dilakukan dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat data dan program literasi. OJK juga berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Komisi Nasional Disabilitas untuk meluncurkan buku pedoman literasi keuangan bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, OJK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta praktisi pendidikan untuk mengadakan pilot project implementasi bahan ajar literasi keuangan bagi pelajar. Kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga dilakukan untuk edukasi keuangan bagi perempuan Indonesia, khususnya dalam rangka Hari Ibu.
Pengembangan Kapasitas TPAKD dan Roadmap Masa Depan
Untuk memastikan efektivitas TPAKD, OJK menyelenggarakan rapat koordinasi daerah yang disertai bimbingan teknis (bimtek) atau coaching clinic. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para anggota TPAKD di seluruh Indonesia.
Materi bimtek mencakup sosialisasi roadmap TPAKD 2026-2030, Indeks Akses Keuangan Daerah (IAKD), serta refreshment pelaporan melalui Sistem Informasi TPAKD (SiTPAKD). Upaya ini menunjukkan visi jangka panjang OJK dalam memperkuat ekosistem inklusi keuangan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews