OJK Sultra Perkuat Edukasi Keuangan UMKM Konawe untuk Akses Pembiayaan Optimal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara gencar melakukan edukasi keuangan UMKM Konawe, membekali pelaku usaha dengan strategi pengelolaan keuangan dan membuka akses pembiayaan yang lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Sultra Perkuat Edukasi Keuangan UMKM Konawe untuk Akses Pembiayaan Optimal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara gencar melakukan edukasi keuangan UMKM Konawe, membekali pelaku usaha dengan strategi pengelolaan keuangan dan membuka akses pembiayaan yang lebih luas. (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) aktif menyelenggarakan program edukasi literasi dan inklusi keuangan. Kegiatan ini secara khusus menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Konawe.

Langkah strategis ini bertujuan membekali UMKM dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan. Selain itu, program ini juga membuka peluang akses pembiayaan yang lebih optimal.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugaraha, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen OJK. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

Memperkuat Literasi Keuangan UMKM Konawe Melalui Kolaborasi

Program edukasi yang digagas OJK Sultra ini merupakan hasil kolaborasi penting. Pihak-pihak yang terlibat meliputi Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Bank Indonesia.

Bismi Maulana menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian integral dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Inisiatif ini menunjukkan sinergi antar lembaga untuk memajukan sektor UMKM.

Melalui upaya bersama ini, OJK berharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Selain itu, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Konawe dapat semakin luas.

Sedikitnya 120 peserta, terdiri dari pelaku UMKM dan masyarakat umum, turut serta dalam kegiatan edukasi ini. Partisipasi aktif menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peningkatan literasi keuangan.

Materi Komprehensif dan Kewaspadaan Terhadap Kejahatan Keuangan

Dalam pelaksanaannya, perwakilan OJK Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan materi edukasi yang komprehensif. Materi tersebut mencakup tugas dan fungsi utama OJK sebagai regulator.

Peserta juga diperkenalkan pada industri jasa keuangan secara mendalam, termasuk berbagai produk dan layanannya. Strategi pengelolaan keuangan usaha yang efektif turut menjadi fokus pembahasan.

Aspek penting lainnya adalah peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Ini termasuk kejahatan berbasis manipulasi psikologis atau social engineering yang kerap menargetkan masyarakat.

Selain itu, pemahaman mengenai pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga diberikan kepada peserta. SLIK penting untuk memantau riwayat kredit dan akses pembiayaan.

Prinsip 2L dan Optimalisasi Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan

Bismi Maulana menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga dan produk jasa keuangan. Lembaga tersebut harus memiliki izin resmi dan diawasi ketat oleh OJK.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang beredar. Penting untuk berani menolak tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

Konsisten menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, menjadi kunci sebelum memilih produk keuangan. Prinsip ini membantu konsumen membuat keputusan finansial yang bijak dan aman.

Untuk memberikan perlindungan maksimal, OJK menyediakan kanal layanan dan pengaduan resmi. Masyarakat dapat memanfaatkan Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi