Harga Pangan Nasional Terkini: Cabai Rawit Rp49.800/Kg, Telur Ayam Rp31.600/Kg
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) merilis data terbaru Harga Pangan Nasional. Cabai rawit merah tembus Rp49.800/kg, sementara telur ayam ras Rp31.600/kg.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia telah merilis data terbaru mengenai harga komoditas pangan strategis. Data ini menunjukkan beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga yang signifikan di tingkat pedagang eceran nasional. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memantau stabilitas ekonomi.
Per 23 November, PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp49.800 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras berada di angka Rp31.600 per kg. Angka-angka ini menjadi sorotan utama mengingat peran kedua komoditas tersebut dalam kebutuhan pokok harian masyarakat. Pemantauan harga ini dilakukan secara berkala untuk menjaga daya beli.
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS juga merinci harga komoditas pangan lainnya seperti bawang merah, bawang putih, berbagai jenis beras, daging, gula, dan minyak goreng. Data ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pasar pangan nasional. Ketersediaan dan distribusi menjadi faktor kunci dalam menentukan pergerakan harga.
Fluktuasi Harga Komoditas Bumbu Dapur
Data PIHPS menunjukkan bahwa komoditas bumbu dapur mengalami variasi harga yang cukup mencolok. Cabai merah besar tercatat seharga Rp57.350 per kg, sedangkan cabai merah keriting berada di angka Rp56.650 per kg. Sementara itu, cabai rawit hijau juga memiliki harga yang berbeda, yaitu Rp40.200 per kg.
Tidak hanya cabai, harga bawang juga menjadi perhatian dalam laporan ini. Bawang merah dilaporkan mencapai Rp42.550 per kg, dan bawang putih berada di harga Rp38.900 per kg. Harga-harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di berbagai daerah.
Variasi harga antar jenis cabai dan bawang menunjukkan adanya perbedaan dalam rantai pasok dan preferensi konsumen. Kondisi cuaca dan musim panen seringkali menjadi faktor penentu dalam pergerakan harga komoditas bumbu dapur ini. Stabilitas harga di sektor ini sangat diharapkan oleh masyarakat luas.
Perkembangan Harga Beras Berbagai Kualitas
Sektor beras, sebagai makanan pokok utama, juga menunjukkan beragam harga berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I tercatat seharga Rp14.400 per kg, dan beras kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.300 per kg. Kualitas beras sangat memengaruhi harga jual di pasaran.
Untuk beras kualitas menengah, PIHPS mencatat harga beras kualitas medium I sebesar Rp15.850 per kg, dan kualitas medium II seharga Rp15.700 per kg. Kategori ini sering menjadi pilihan utama bagi sebagian besar rumah tangga. Ketersediaan stok beras menjadi faktor penting dalam menjaga harga tetap stabil.
Sementara itu, beras kualitas super juga memiliki rentang harga yang berbeda. Beras kualitas super I berada di harga Rp17.050 per kg, dan beras kualitas super II tercatat Rp16.550 per kg. Harga beras yang bervariasi ini memberikan pilihan bagi konsumen dengan daya beli yang berbeda.
Pergerakan harga beras ini sangat dipengaruhi oleh musim panen, biaya produksi, serta kebijakan pemerintah terkait impor dan distribusi. Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan dan Harga Pangan Nasional untuk beras agar tetap terjangkau.
Harga Komoditas Protein dan Kebutuhan Pokok Lainnya
Selain bumbu dapur dan beras, harga komoditas protein juga menjadi bagian penting dari laporan PIHPS. Daging ayam ras tercatat seharga Rp39.550 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp141.400 per kg, dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp133.050 per kg.
Komoditas gula juga menunjukkan perbedaan harga antara jenis premium dan lokal. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kg, sedangkan gula pasir lokal seharga Rp18.050 per kg. Perbedaan ini seringkali berkaitan dengan merek dan proses pengolahan.
Untuk minyak goreng, data PIHPS menunjukkan minyak goreng curah di harga Rp18.650 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp22.400 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II seharga Rp21.400 per liter. Harga minyak goreng ini sangat sensitif terhadap harga minyak kelapa sawit mentah di pasar global.
Data Harga Pangan Nasional ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi pasar komoditas strategis. Informasi ini sangat berguna bagi masyarakat untuk perencanaan belanja dan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat. Pemantauan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga.
Sumber: AntaraNews