Gubernur Sherly Tegaskan Efisiensi dan Percepatan Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya terhadap efisiensi anggaran dan percepatan pembangunan Sofifi, termasuk proyek vital Trans Kieraha, untuk meningkatkan konektivitas dan ekonomi daerah.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, baru-baru ini menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dalam upaya percepatan pembangunan Sofifi. Penegasan ini disampaikan dalam sidang paripurna pembicaraan tingkat II R-APBD Induk 2026 yang berlangsung di Sofifi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap pengelolaan keuangan yang cermat.
Fokus utama pembangunan adalah proyek jalan Trans Kieraha yang strategis, dirancang untuk memperkuat posisi Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Meskipun telah 26 tahun menjadi ibu kota, konektivitas Sofifi masih terbatas dan belum memiliki bandara. Proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sherly Tjoanda menekankan bahwa proyek Trans Kieraha merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah provinsi. Tujuannya adalah untuk memperluas akses dan mempercepat pergerakan ekonomi di wilayah tersebut. Pembangunan ini diharapkan membawa dampak positif signifikan bagi masyarakat.
Strategi Pembangunan Infrastruktur Trans Kieraha
Proyek Trans Kieraha menjadi sorotan utama dalam agenda pembangunan Sofifi. Gubernur Sherly Tjoanda menjelaskan bahwa proyek ini adalah langkah kebijakan untuk memperluas aksesibilitas Sofifi. Pembangunan jalan ini sangat krusial untuk konektivitas wilayah.
Jalur Trans Kieraha diharapkan dapat mempercepat pergerakan ekonomi lokal dan regional. Dengan akses yang lebih baik, potensi pertanian, perikanan, dan perdagangan antarwilayah dapat tumbuh optimal. Ini akan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Trans Halmahera dan Maluku Utara.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap infrastruktur ini akan menjadi jalan baru menuju kemandirian ekonomi. Peningkatan konektivitas akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat. Pembangunan Sofifi akan semakin terintegrasi dengan wilayah sekitarnya.
Efisiensi Anggaran dalam Proyek Strategis
Dari sisi tata kelola anggaran, Gubernur Sherly Tjoanda menekankan prinsip efisiensi sebagai prioritas utama. Proyek Trans Kieraha, yang semula direncanakan menelan biaya Rp180 miliar untuk pekerjaan sirtu sepanjang 29 kilometer, berhasil diefisiensikan. Evaluasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi kunci dalam proses ini.
Setelah evaluasi mendalam, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek ini berhasil diturunkan menjadi Rp90 miliar. "Setelah dikaji ulang, kebutuhan anggaran hanya sekitar 10 persen dari total belanja infrastruktur 2026. Artinya, proyek ini efisien dan tidak membebani APBD," jelas Gubernur. Penurunan biaya yang signifikan ini menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.
Kebijakan efisiensi ini menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam memanfaatkan anggaran secara cerdas dan efektif. Setiap rupiah yang digunakan harus memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah. "Setiap rupiah yang kita gunakan harus mencerminkan amanah masyarakat dan berdampak nyata bagi kemajuan daerah," tambah Sherly Tjoanda. Ini merupakan bukti transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan Sofifi.
Dampak Ekonomi dan Sosial Pembangunan Sofifi
Pembangunan jalan Trans Kieraha tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang diharapkan. Dengan berfungsinya jalur ini, sektor pertanian dan perikanan di Maluku Utara akan mendapatkan dorongan signifikan. Akses yang lebih mudah ke pasar akan meningkatkan nilai jual produk lokal.
Selain itu, perdagangan antarwilayah juga diperkirakan akan tumbuh beriringan, menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Peningkatan konektivitas ini akan mempermudah distribusi barang dan jasa. Hal ini sangat penting untuk pemerataan pembangunan di seluruh Maluku Utara.
Pada akhirnya, infrastruktur ini diharapkan menjadi pendorong utama kemandirian ekonomi masyarakat. Pembangunan Sofifi yang terencana dan efisien akan menciptakan fondasi yang kuat. Ini akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews