Gubernur Malut Dukung Penuh Pengembangan Pelabuhan Mudaffar Sjah di Ternate
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Tjoanda memastikan dukungan penuh terhadap rencana Pengembangan Pelabuhan Mudaffar Sjah di Ternate, yang akan diserahkan kepada Kemenhub untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi lokal.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Tjoanda, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh rencana pengembangan Pelabuhan Mudaffar Sjah di Kota Ternate. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat Dufa-dufa yang sebelumnya menyuarakan protes terkait pengalihan tambat labuh. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan layanan transportasi laut di wilayah tersebut.
Rencana strategis ini melibatkan penyerahan pengelolaan Pelabuhan Mudaffar Sjah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. Gubernur menyatakan bahwa proses administrasi terkait hibah aset dari Pemerintah Kota Ternate kepada Kemenhub sedang dalam tahap finalisasi. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Sekretaris Kota Ternate untuk mempercepat penyelesaian dokumen yang diperlukan.
Dengan selesainya proses administrasi pada tahun ini, Gubernur berharap pembangunan infrastruktur Pelabuhan Mudaffar Sjah dapat segera dimulai pada tahun depan. Pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di Kelurahan Dufa-dufa.
Proses Hibah Aset dan Rencana Pembangunan Infrastruktur
Gubernur Sherly Tjoanda Tjoanda menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintah Kota Ternate melalui Sekretaris Kota untuk menyiapkan administrasi hibah aset. Penyerahan aset Pelabuhan Mudaffar Sjah kepada Kemenhub menjadi langkah krusial dalam mewujudkan pengembangan pelabuhan. Proses ini diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat.
Setelah administrasi selesai, Kemenhub akan mengambil alih tanggung jawab penuh atas pembangunan dan pengelolaan pelabuhan. Gubernur meminta doa dari masyarakat agar pembangunan Pelabuhan Mudaffar Sjah dapat terealisasi pada tahun depan. Pembangunan infrastruktur modern akan memperkuat konektivitas maritim di Maluku Utara.
Pengembangan ini mencakup peningkatan fasilitas tambat labuh dan sarana prasarana penunjang lainnya. Tujuannya adalah menciptakan pelabuhan yang lebih efisien dan mampu menampung volume lalu lintas kapal yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memajukan sektor transportasi.
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Dufa-dufa
Gubernur memiliki harapan besar bahwa infrastruktur Pelabuhan Mudaffar Sjah yang baru akan membawa dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal. Peningkatan kapasitas pelabuhan diharapkan dapat memfasilitasi distribusi barang dan jasa secara lebih lancar. Ini akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Peningkatan aktivitas di pelabuhan secara langsung akan menciptakan lapangan kerja baru, baik di sektor transportasi maupun sektor pendukung lainnya. Masyarakat Kelurahan Dufa-dufa diharapkan menjadi penerima manfaat utama dari pertumbuhan ekonomi ini. Kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama dalam proyek pengembangan ini.
Selain itu, akses yang lebih baik ke pelabuhan dapat menurunkan biaya logistik, yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku usaha dan konsumen. Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan keberlanjutan manfaat ekonomi ini.
Kegiatan Pendukung dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Di sela-sela pengumuman terkait pelabuhan, Gubernur juga menghadiri Gebyar Pasar Murah yang dilaksanakan di Terminal Pasar Dufa-dufa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sebanyak 14 ribu paket sembako murah disediakan selama bulan suci Ramadan.
Paket sembako tersebut terbagi menjadi 4 ribu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinas Perindag) dan 10 ribu dari Dinas Pangan. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter, dengan harga jual Rp50.000. Inisiatif ini membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Gubernur juga menginformasikan ketersediaan Minyak Kita di pasar Higienis dengan harga Rp15.700, yang disalurkan oleh empat distributor. Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika ada penjual yang tidak mematuhi harga eceran tertinggi. Kegiatan pasar murah ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe dan sejumlah pejabat terkait.
Sumber: AntaraNews