Ekonomi Kalsel Tumbuh Impresif 5,19 Persen, Lampaui Nasional hingga Akhir 2025
Kantor Wilayah DJPb Kalsel mencatat Ekonomi Kalsel tumbuh 5,19 persen hingga akhir 2025, melampaui pertumbuhan nasional dan menunjukkan ketahanan daerah. Simak faktor pendorongnya!
Banjarmasin – Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan kinerja yang sangat positif dengan pertumbuhan mencapai 5,19 persen hingga akhir tahun 2025. Capaian impresif ini bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04 persen.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, angka pertumbuhan ini membuktikan ketahanan ekonomi daerah tetap terjaga. Kondisi ini terjadi di tengah berbagai ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian dunia.
Kuatnya pertumbuhan Ekonomi Kalsel ini didukung oleh beberapa faktor kunci, termasuk kinerja ekspor yang solid dan peran signifikan belanja negara. Kedua elemen ini berperan besar dalam menjaga aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Kinerja Ekonomi Kalsel Ungguli Nasional
Catur Ariyanto Widodo menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berada di atas rata-rata nasional merupakan indikator penting. Hal ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi lokal maupun global.
Capaian pertumbuhan sebesar 5,19 persen tersebut didukung oleh sinergi kebijakan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini menjadi kunci dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang positif.
Tingkat pertumbuhan ini menjadi modal berharga bagi Kalimantan Selatan untuk terus melanjutkan pembangunan. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan di masa mendatang.
Sektor Pendorong dan Daya Beli Masyarakat Kalsel
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel, dengan porsi mencapai 27,12 persen. Dominasi sektor ini menunjukkan peran vitalnya dalam struktur ekonomi provinsi.
Selain pertambangan, sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan juga memberikan kontribusi yang signifikan. Sektor-sektor ini turut menjadi pilar penting yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 41,54 persen terhadap PDRB. Angka ini mencerminkan daya beli masyarakat di Kalsel yang relatif terjaga sepanjang tahun 2025.
Kondisi daya beli masyarakat yang stabil ini menjadi salah satu faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi. Hal ini juga menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews