Bank Kalsel Diprediksi Mampu Kelola Rp400 Triliun Transaksi Devisa, Siap Jadi Bank Devisa
Bank Kalsel diproyeksikan mampu mengelola transaksi devisa hingga Rp400 triliun, membuka jalan bagi bank daerah ini untuk segera berstatus Bank Devisa dan memperkuat ekonomi Kalimantan Selatan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan memprediksi Bank Kalsel memiliki potensi besar dalam mengelola transaksi devisa. Bank daerah ini diperkirakan mampu mengelola nilai transaksi valuta asing hingga mencapai Rp400 triliun.
Prediksi ini didasarkan pada hasil kajian bersama konsultan yang menyoroti potensi perdagangan internasional di Kalimantan Selatan yang sangat signifikan. Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyampaikan informasi ini di Banjarmasin.
Agus Maiyo menambahkan, OJK telah memberikan tenggat waktu transisi bagi Bank Kalsel untuk menyelesaikan persiapannya menjadi bank devisa. Bank Kalsel diberikan rentang waktu tiga hingga enam bulan untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan.
Potensi Besar Perdagangan Internasional Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan dikenal memiliki potensi perdagangan internasional yang sangat besar, dengan estimasi nilai mencapai Rp400 triliun. Angka fantastis ini menjadi dasar kuat bagi OJK dalam menilai kemampuan Bank Kalsel.
Potensi ini mencakup beragam komoditas ekspor dan impor yang membutuhkan layanan perbankan valuta asing yang efisien. Oleh karena itu, status Bank Kalsel sebagai Bank Devisa akan menjadi pilar penting bagi ekonomi regional.
Dengan menjadi Bank Devisa, Bank Kalsel akan mampu memfasilitasi transaksi ekspor-impor secara langsung. Hal ini tidak hanya akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tetapi juga memperlancar arus perdagangan global dan investasi.
Langkah Strategis Bank Kalsel Menuju Bank Devisa
Dalam rangka memenuhi persyaratan dan meningkatkan kesiapan, Bank Kalsel terus melakukan berbagai langkah penguatan internal. Upaya ini difokuskan pada penyelenggaraan kegiatan usaha dalam valuta asing.
Persiapan yang dilakukan meliputi peningkatan infrastruktur teknologi, pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, serta penguatan sistem kepatuhan terhadap regulasi internasional. Semua aspek ini krusial untuk operasional Bank Kalsel Bank Devisa.
Setelah seluruh tindak lanjut tersebut terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, Bank Kalsel akan secara bertahap melaksanakan serta memasarkan produk dan layanan berbasis valuta asing. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan layanan dan peningkatan daya saing bank.
Dukungan Regulasi dan Peluang Emas bagi Bank Kalsel Bank Devisa
Regulasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memberikan dukungan signifikan terhadap upaya ini. Regulasi tersebut mewajibkan 100 persen transaksi ekspor dalam bentuk devisa dikelola di dalam negeri.
Selain itu, devisa hasil ekspor tersebut wajib ditahan selama minimal tiga bulan di dalam negeri. Ketentuan ini dipandang sebagai peluang emas bagi Bank Kalsel untuk menghadirkan produk perbankan yang relevan saat menjadi Bank Devisa.
Dengan mengelola devisa ekspor secara lokal, Bank Kalsel tidak hanya berkontribusi pada implementasi kebijakan pemerintah. Bank ini juga turut memperkuat stabilitas keuangan nasional melalui pengelolaan valuta asing yang efektif dan terintegrasi.
Sumber: AntaraNews