DPRD Kalsel Setujui Rp400 Miliar Penyertaan Modal Bank Kalsel, Dorong Ekonomi Daerah
DPRD Kalsel menyetujui tambahan penyertaan modal sebesar Rp400 miliar untuk Bank Kalsel, yang akan dicairkan bertahap. Keputusan ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal.
DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memberikan persetujuan terhadap penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk Bank Kalsel. Jumlah yang disetujui mencapai Rp400 miliar, sebuah langkah signifikan untuk memperkuat permodalan bank daerah. Persetujuan ini dicapai melalui Rapat Paripurna yang berlangsung di Banjarmasin pada hari Selasa, 25 November.
Rapat paripurna penting ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel turut hadir dalam momen tersebut. Keputusan ini mencerminkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam memajukan perekonomian daerah.
Penambahan penyertaan modal Bank Kalsel ini direncanakan akan direalisasikan secara bertahap dalam dua tahun anggaran. Setiap tahunnya, Bank Kalsel akan menerima suntikan modal sebesar Rp200 miliar, dimulai pada Tahun Anggaran 2026 dan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2027. Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Realisasi Bertahap dan Dukungan Penuh Legislatif
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal DPRD Kalsel, Noor Fajri, menjelaskan detail rencana realisasi dana tersebut. Fajri menegaskan bahwa penambahan modal sebesar Rp400 miliar akan disalurkan dalam dua tahap, masing-masing Rp200 miliar per tahun. Skema ini dirancang untuk memastikan pengelolaan dana yang efektif dan efisien.
Persetujuan ini menunjukkan dukungan penuh dari DPRD Kalsel terhadap penguatan Bank Kalsel sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Anggota dewan melihat potensi besar dari penambahan modal ini untuk meningkatkan kapasitas Bank Kalsel dalam memberikan layanan. Peningkatan modal diharapkan dapat memperluas jangkauan pembiayaan dan investasi di berbagai sektor produktif.
Rapat paripurna yang menyetujui penambahan penyertaan modal Bank Kalsel ini berlangsung dalam suasana yang kondusif. Kehadiran para pimpinan daerah dan anggota Forkopimda menunjukkan keseriusan Pemprov Kalsel dan DPRD dalam mengambil keputusan strategis. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Harapan Peningkatan Ekonomi dan Apresiasi Pemprov
Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas persetujuan DPRD Kalsel terkait penambahan penyertaan modal ini. Hasnuryadi menyatakan bahwa Pemprov Kalsel akan memperhatikan serta menindaklanjuti setiap saran dan pendapat yang disampaikan oleh anggota DPRD Kalsel. Komitmen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menekankan pentingnya pemanfaatan dana ini untuk kepentingan rakyat. Iskandar mengingatkan agar Pemprov dan Bank Kalsel memanfaatkan penambahan modal tersebut untuk menggerakkan perekonomian rakyat daerah setempat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah.
Iskandar juga menyoroti bahwa penyertaan modal sebesar Rp400 miliar merupakan perhatian luar biasa dari Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi terhadap Bank Kalsel. "Sepanjang sejarah penyertaan modal Pemprov kepada Bank Kalsel tidak pernah sebesar Rp400 miliar. Hal tersebut menunjukkan perhatian besar dari kepala daerah untuk memajukan Bank Kalsel," ujar Iskandar. Jumlah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov untuk memperkuat Bank Kalsel dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Sumber: AntaraNews