Dishub Papua Barat Genjot Penambahan Penerbangan Jelang Pesparawi Nasional XIV
Dinas Perhubungan Papua Barat berupaya keras menggenjot penambahan penerbangan dan rute baru jelang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, guna memastikan kelancaran mobilitas peserta dari berbagai daerah.
Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Acara nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 mendatang. Menjelang event besar tersebut, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh pemerintah daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua Barat mengambil langkah proaktif untuk mendukung kelancaran mobilitas seluruh peserta. Upaya ini difokuskan pada peningkatan konektivitas transportasi, baik udara maupun darat, demi menyukseskan agenda nasional tersebut. Pemerintah daerah bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi kontingen yang akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Papua Barat, Max L Sabarofek, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi intensif. Pembicaraan dilakukan dengan sejumlah maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat aksesibilitas menuju Manokwari. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan kontingen.
Optimalisasi Akses Udara untuk Kelancaran Kontingen
Dishub Papua Barat secara aktif mengupayakan pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan menuju Manokwari. Fokus utama adalah rute langsung Jakarta-Manokwari pergi pulang (PP) guna mengantisipasi lonjakan kedatangan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. Penambahan penerbangan ini diharapkan dapat memfasilitasi perjalanan peserta dengan lebih efisien dan nyaman.
Selain itu, pemerintah provinsi juga telah mengusulkan kepada pihak maskapai terkait pembukaan rute penerbangan langsung Fakfak-Manokwari. Rute ini dirancang tanpa perlu transit di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya. Usulan ini bertujuan membuat perjalanan kontingen antar-wilayah Papua Barat menjadi lebih efisien dan memangkas waktu tempuh.
Surat permohonan pembukaan rute dan frekuensi penerbangan, beserta dokumen pendukung lainnya sebagai syarat pengajuan, telah diserahkan kepada pihak maskapai. Tim Dishub Papua Barat akan terus memonitoring proses ini. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kesanggupan pihak penyedia jasa transportasi udara dalam mendukung agenda nasional Pesparawi di Manokwari.
Gubernur Papua Barat juga telah mengarahkan agar seluruh dokumen administrasi dilengkapi sebagai penguatan usulan tersebut. Tim Dishub terus berkoordinasi agar penambahan layanan penerbangan ini segera mendapat kepastian. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan Pesparawi Nasional XIV.
Dukungan Transportasi Darat dan Solusi Akomodasi Inovatif
Selain sektor transportasi udara, pemerintah provinsi juga memperkuat dukungan transportasi darat di dalam Kota Manokwari. Dishub Papua Barat mengajukan bantuan sebanyak 20 unit bus kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Bus-bus ini diharapkan dapat mendukung mobilitas peserta selama kegiatan Pesparawi berlangsung di Manokwari.
Pemerintah provinsi juga berupaya menjawab keterbatasan fasilitas hotel dan penginapan di Manokwari. Salah satu solusi inovatif yang diajukan adalah usulan sewa pakai kapal milik PT Pelni sebagai hunian terapung. Konsep ini serupa dengan yang pernah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama saat perayaan 100 tahun situs Aitumeri, menunjukkan adaptasi terhadap tantangan logistik.
Max L Sabarofek menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal proposal bantuan bus tersebut di tingkat pusat. Tujuannya agar dukungan ini dapat segera terealisasi dan mendukung mobilitas kontingen selama pelaksanaan Pesparawi. Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap seluruh dukungan transportasi dapat segera terealisasi sesuai rencana, demi kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta.
Sumber: AntaraNews