Ternyata Ini Alasannya! Bupati Manokwari Temui Dirjen Hubud Bahas Pengembangan Bandara Rendani
Bupati Manokwari Hermus Indou bertemu Dirjen Hubud Kemenhub untuk membahas pengembangan Bandara Rendani, infrastruktur krusial yang akan meningkatkan daya saing Manokwari dan Papua Barat.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, melakukan pertemuan penting dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa. Pertemuan ini berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, 26 September, dengan agenda utama membahas rencana pengembangan Bandara Rendani.
Diskusi tersebut berfokus pada peningkatan infrastruktur Bandara Rendani yang dinilai memiliki peran strategis. Peningkatan ini diharapkan dapat menunjang Kabupaten Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat. Keterbatasan bandara saat ini menjadi salah satu pendorong utama pertemuan tersebut.
Pengembangan Bandara Rendani menjadi prioritas guna mengatasi ketertinggalan Manokwari dalam menarik investasi. Bandara yang lebih modern dan kapasitas yang lebih besar diharapkan mampu bersaing dengan bandara-bandara lain di wilayah timur Indonesia.
Urgensi dan Keterbatasan Infrastruktur Bandara Rendani
Hermus Indou menjelaskan bahwa infrastruktur bandara yang ada saat ini masih terbatas, membuat Manokwari kalah bersaing. Kondisi ini terutama jika dibandingkan dengan bandara-bandara besar di Sorong, Jayapura, atau Timika. Keterbatasan tersebut menghambat upaya Manokwari untuk menarik investasi dan menjadi simpul logistik yang efektif.
Beberapa keterbatasan yang perlu segera diatasi mencakup pembangunan terminal penumpang baru yang lebih representatif. Selain itu, perpanjangan landasan pacu juga menjadi kebutuhan mendesak untuk mengakomodasi pesawat yang lebih besar. Pembangunan apron dan peningkatan sistem navigasi juga krusial untuk keamanan dan efisiensi operasional.
Bupati Hermus Indou secara langsung mengungkapkan urgensi pengembangan ini. "Pengembangan Bandar Rendani memiliki peran penting sebagai infrastruktur strategis penunjang Kabupaten Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua Barat," ujarnya.
Rencana Pengembangan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Selain perbaikan fasilitas dasar, pengembangan Bandara Rendani juga direncanakan mencakup fasilitas kargo yang lebih modern. Kawasan ekonomi bandara juga akan dikembangkan, meliputi area komersial, hotel, dan pusat konvensi. Bahkan, kawasan industri logistik ringan juga menjadi bagian dari rencana besar tersebut.
Pemerintah Kabupaten Manokwari telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung proyek ini. Mereka telah menyiapkan akses jalan dan transportasi menuju bandara, serta penataan sisi darat. Pemkab juga membuka peluang penerbangan langsung untuk meningkatkan konektivitas daerah.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kemenhub atas dukungan sebelumnya dalam perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani. Landasan pacu telah diperpanjang dari 2.000 meter menjadi 2.300 meter pada tahun lalu. "Kami berharap landasan pacu di Bandara Rendani dapat ditambah hingga 2.500-3.000 meter sesuai target pemerintah daerah," kata Hermus Indou.
Sinergi Pemkab dan Tahapan Pembangunan Kemenhub
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Daerah Manokwari telah menuntaskan pembebasan lahan tahap I dan II. Lahan ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan jalan akses menuju Terminal Bandara Rendani yang baru. Dalam waktu dekat, pembebasan lahan tahap III juga akan dilaksanakan.
Dengan selesainya pembebasan lahan, Kemenhub diharapkan dapat segera memulai pembangunan terminal penumpang, area parkir, dan jalan akses Bandara Rendani yang baru. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengapresiasi sinergi Pemkab Manokwari dalam penyediaan lahan. Namun, ia juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal akan mempengaruhi tahapan pembangunan bandara. "Pengembangan Bandara Rendani akan dilaksanakan bertahap sesuai rencana induk dan realitas kebutuhan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk kebutuhan di luar rencana, akan dilakukan kajian mendalam agar dapat dilakukan penyesuaian," ujar Lukman.
Sumber: AntaraNews