Kemendikdasmen Pastikan Pelaksanaan TKA SD Lancar di Tengah Berbagai Tantangan
Meski hadapi tantangan geografis dan infrastruktur, Kemendikdasmen menegaskan pelaksanaan TKA SD di berbagai daerah berjalan lancar, menunjukkan ketangguhan sekolah dan koordinasi yang baik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang pendidikan SD di berbagai wilayah Indonesia berlangsung lancar. Hal ini terjadi meskipun ada beragam tantangan signifikan, termasuk kendala geografis dan infrastruktur di lapangan. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan informasi ini di Jakarta pada Sabtu (25/4).
Toharudin menjelaskan bahwa sekolah-sekolah mampu menyelenggarakan asesmen dengan baik dan sesuai standar yang ditetapkan. Kondisi ini dicapai di tengah keterbatasan jaringan internet, gangguan pasokan listrik, dan bahkan situasi bencana alam yang mungkin terjadi. Ketangguhan ini menunjukkan adaptasi luar biasa dari pihak penyelenggara pendidikan di daerah.
Pelaksanaan TKA SD ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mengukur kemampuan akademik siswa. Meskipun demikian, pihak Kemendikdasmen terus memantau dan memberikan dukungan. Koordinasi yang erat antara berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan program ini di seluruh pelosok negeri.
Adaptasi di Tengah Keterbatasan Jaringan dan Listrik
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, pelaksanaan TKA SD melibatkan 2.416 satuan pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan dilaksanakan dalam empat gelombang. Pada hari pertama, Kemendikdasmen menerima laporan adanya kendala seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan di beberapa titik. Namun, koordinasi yang baik antara sekolah, pemerintah daerah, dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) memungkinkan penyesuaian cepat.
Penyesuaian yang dilakukan meliputi pengaturan ulang jadwal ujian hingga relokasi ke sekolah dengan fasilitas yang lebih memadai. Langkah-langkah adaptif ini memastikan bahwa kendala awal tidak menghambat kelancaran proses asesmen. Hal ini menunjukkan kesigapan dan komitmen semua pihak terkait dalam menyukseskan program TKA SD.
Ketangguhan serupa juga terlihat di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, yang menghadapi keterbatasan akses internet pada gelombang awal pelaksanaan TKA SD. Untuk mengatasi masalah konektivitas, beberapa sekolah seperti SD YPK Pison Fategomi, SD YPK Imanuel Jitmau, dan SD YPK Kambuaya memanfaatkan layanan satelit Starlink. Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk menjaga koneksi internet tetap stabil selama ujian berlangsung.
Akibatnya, lokasi ujian pun disesuaikan ke titik dengan akses internet terkuat guna memastikan semua peserta dapat mengikuti TKA SD tanpa hambatan berarti. Kepala SD YPK Pison Fategomi, Orpa Bles, menyatakan antusiasmenya terhadap TKA ini, menekankan kerja sama tim yang baik untuk kelancaran pelaksanaan dan harapan peningkatan kemampuan membaca serta berhitung murid.
Kesiapan Sekolah dan Dukungan Komunitas
Di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kesiapan sekolah menjadi faktor kunci dalam kelancaran pelaksanaan TKA SD. SD Kasih Yobel, misalnya, melaksanakan TKA dengan melibatkan 95 murid kelas VI dalam tiga sesi. Persiapan intensif telah dilakukan sejak awal melalui sosialisasi kepada guru, penguatan pembelajaran, serta latihan soal secara intensif.
Keterlibatan aktif orang tua turut mendukung kelancaran pelaksanaan TKA SD di sekolah tersebut. Dukungan dari komunitas sekolah, termasuk orang tua, sangat vital dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk asesmen. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam mempersiapkan siswa menghadapi ujian penting.
Selama pelaksanaan, Kemendikdasmen menerima laporan bahwa SD Kasih Yobel sempat mengalami pemadaman listrik di sesi akhir. Namun, berkat kesiapan sistem dan perangkat cadangan yang telah disiapkan, proses ujian tetap berjalan tanpa kendala berarti. Kejadian ini menegaskan pentingnya perencanaan kontingensi dalam menyelenggarakan asesmen berskala besar.
Sumber: AntaraNews