Basarnas Manokwari Siagakan 69 Personel untuk Arus Mudik Lebaran 1447 H
Basarnas Manokwari menyiagakan 69 personel untuk mengantisipasi berbagai insiden selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah, memastikan keselamatan pemudik di wilayah Papua Barat.
Badan SAR Nasional (Basarnas) Manokwari telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan sebanyak 69 personelnya. Kesiapsiagaan ini khusus untuk menghadapi periode angkutan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Papua Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama musim libur panjang.
Kepala Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, menyatakan bahwa sebagian personel akan terlibat dalam Operasi Ketupat Mansinam yang dikoordinasikan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat. Penempatan personel ini mencakup berbagai titik strategis. Hal ini bertujuan untuk respons cepat terhadap potensi insiden.
Personel Basarnas akan ditempatkan di Manokwari, Pos SAR Teluk Bintuni, Teluk Wondama, serta posko terpadu di bandara. Fokus utama adalah mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Lokasi rawan kecelakaan seperti bandar udara dan pelabuhan laut menjadi prioritas pengawasan.
Kesiapan Personel dan Sebaran Posko Basarnas Manokwari
Sebanyak 69 personel Basarnas Manokwari telah disiapkan secara khusus untuk mengamankan periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Kesiapan ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga keselamatan publik. Mereka akan bertugas di berbagai titik vital di Papua Barat.
Yefri Sabaruddin menjelaskan bahwa personel tersebut tidak hanya terpusat di Manokwari, tetapi juga disebar ke Pos SAR Teluk Bintuni dan Teluk Wondama. Penempatan strategis ini memastikan cakupan respons yang luas. Mereka juga akan berada di posko terpadu bandara untuk memantau pergerakan udara.
Keterlibatan personel Basarnas dalam Operasi Ketupat Mansinam Polda Papua Barat menunjukkan sinergi antarlembaga. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan mudik yang aman dan lancar. Kolaborasi ini sangat penting untuk penanganan insiden secara terpadu.
Fokus Lokasi Rawan dan Peralatan Pendukung Basarnas
Basarnas Manokwari mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi rawan kecelakaan seiring lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran. Area-area ini meliputi bandar udara, pelabuhan laut, jalur transportasi darat, tempat wisata, dan pusat keramaian. Pengawasan ketat akan dilakukan di titik-titik tersebut.
Kesiapsiagaan Basarnas tidak hanya mengandalkan jumlah personel, tetapi juga didukung oleh peralatan yang memadai. Berbagai alat penyelamatan seperti kapal SAR, perahu karet, dan truk operasional telah disiapkan. Peralatan ini siap digunakan apabila terjadi insiden yang membahayakan keselamatan.
Secara khusus, Kapal KN SAR 244 Kumbakarna telah disiagakan 24 jam di Pelabuhan Cokran Manokwari. Kapal ini berfungsi sebagai unit respons cepat untuk kecelakaan laut. Keberadaan kapal ini sangat krusial mengingat tingginya aktivitas pelayaran selama musim mudik.
Jangkauan Operasi dan Imbauan Keselamatan Publik
Kapal penyelamat (rescue boat) KN SAR 244 Kumbakarna memiliki jangkauan operasi yang luas. Kapal ini beroperasi di perairan Manokwari, Teluk Wondama, hingga perairan yang berbatasan dengan wilayah kerja Basarnas Sorong, Papua Barat Daya, maupun Basarnas Biak, Papua. Hal ini menunjukkan kemampuan respons antar-wilayah.
Luasnya cakupan area operasi ini memastikan bahwa Basarnas Manokwari dapat memberikan bantuan secara efektif. Koordinasi dengan Basarnas di wilayah lain juga diperkuat. Ini penting untuk penanganan insiden lintas batas administratif.
Basarnas Manokwari juga mengimbau seluruh elemen masyarakat di Papua Barat untuk aktif dalam menjaga keselamatan. Mereka didorong untuk memanfaatkan layanan call center SAR Indonesia 115. Nomor ini dapat dihubungi segera apabila mengetahui adanya insiden yang membahayakan keselamatan jiwa.
Sumber: AntaraNews